Sampul Novel Akhir Cerita Terapis Di Playgroup Anakku

Akhir Cerita Terapis Di Playgroup Anakku

8.0 / 10.0
Mendaftarkan anak ke playgroup membawa babak baru dalam novel romantis modern Akhir Cerita Terapis Di Playgroup Anakku. Hadiah kartu spa mempertemukannya dengan terapis terbaik yang melakukan tindakan tak terduga di ruang pijat. Baca novel online gratis di platform webnovel ini.
Ringkasan Akhir Cerita Terapis Di Playgroup Anakku
Saat mendaftarkan sang buah hati ke sebuah playgroup, seorang ibu tidak pernah menduga akan mendapatkan voucer gratis untuk menikmati layanan spa yang berada tepat di sebelahnya. Pengalaman biasa ini seketika berubah drastis saat ia melangkah masuk ke dalam ruang perawatan. Di sana, ia ditangani oleh terapis terbaik yang justru melakukan sebuah tindakan tidak terduga dan mengejutkan di tengah sesi pijat mereka, memicu ketegangan romansa modern yang penuh tanda tanya dalam novel ini.
Baca Selengkapnya

Akhir Cerita Terapis Di Playgroup Anakku Bab 1

Aku mendaftarkan anakku ke playgroup dan tak disangka mereka memberiku kartu pijat di spa sebelah. Begitu memasuki ruang pijat, aku terkejut karena terapis terbaik yang memijatku itu melakukan sesuatu padaku….

Setelah mengantar anak kami ke playgroup, aku dan suami pergi ke tempat spa di sebelahnya.

Di ruang pijat spa itu, tangan terapis laki-laki perlahan menyentuh setiap bagian kulit di tubuhku.

Terutama saat melewati area-area tertentu, terapis itu sengaja menambah tekanan, membuatku tak bisa menahan diri dan mendesah pelan.

“Nyonya, pelan-pelan suaranya, suamimu masih ada di sebelah, lho.”

Sambil bicara begitu, jari-jari terapis itu bergerak semakin berani tanpa ragu.

“Nggak… nggak boleh….”

Aku berusaha keras mendorong lengan kuat terapis laki-laki itu, tapi sia-sia.

“Nyonya, dengan tekanan dan kedalaman seperti ini, tubuh dan pikiranmu baru bisa terelaksasi dengan lebih baik. Jangan bergerak, ya.”

….

Namaku Rosa, aku baru selesai melahirkan tahun lalu.

Belakangan ini, ada playgroup yang baru buka di dekat rumah dan ada promo pendaftaran.

Aku dan suami berdiskusi, lalu memutuskan mendaftarkan anak kami yang berusia satu tahun ke sana.

Hari ini adalah hari pertama kami mengantarnya ke kelas. Suamiku menemani anak dan aku baru sadar kalau ternyata ada sebuah spa di samping playgroup itu.

Mendaftar kelas akan mendapat kartu spa gratis, lumayan sekali.

Playgroup ini cukup perhatian, para ibu bisa spa dulu dengan santai sebelum menjemput anak pulang.

Di depan, aku melihat papan iklan terapis terbaik.

[Teknik pijat turun temurun, membantu kamu kembali seperti gadis]

Aku pun tertarik.

Sejak melahirkan, kondisi tubuhku sudah tidak sebaik dulu. Ditambah harus mengurus anak, aku dan suami sudah lama tidak berhubungan.

“Halo, nyonya. Perkenalkan namaku Fajar, terapis terbaik di sini.”

Fajar berdiri di depanku sambil membawa sebuah kotak. Aku pikir terapis terbaik dengan teknik turun temurun itu pasti om-om paruh baya, ternyata dia seorang pria muda yang kalem.

Baju kerja spa terlihat agak aneh dipakainya.

Entah kenapa, aku merasa sedikit lebih gugup.

Ini adalah ruang pijat tunggal yang tertutup. Tirai tebal menghalangi cahaya dari luar.

“Nyonya, silakan lepas pakaianmu dan masuk ke bak mandi.

Aku tahu betul bahwa spa harus mandi dan ganti baju, tapi tidak ada jubah mandi di sini, itu membuatku sedikit malu.

Namun, aku tetap menuruti, melepas semua pakaianku. Air sudah terisi di dalam bak. Aku duduk dan uap air yang mengepul membuat wajahku memerah.

Fajar menggulung lengan bajunya dan mendekat. Sambil menyiram air ke tubuhku, dia memijat punggung dan bahuku dengan tekanan yang pas.

Aku mendesah nyaman, tubuhku yang tegang mulai rileks perlahan.

Fajar memijat bahu dan leherku. Tenaganya sangat kuat, aku seperti adonan yang lembut, dibentuk menjadi berbagai rupa di tangannya.

Setelah selesai berendam, dia membawakan handuk untukku.

“Nggak ada jubah mandi?”

“Nyonya, spa kami nggak menyediakan jubah mandi.”

Fajar membantu mengeringkan air di tubuhku, lalu menuntunku berbaring di ranjang pijat.

Tanpa air sebagai penghalang, aku benar-benar terbuka sepenuhnya di hadapannya, membuatku semakin gugup.

“Nyonya, aku mulai, ya.”

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Akhir Cerita Terapis Di Playgroup Anakku

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Bab
Baca Sekarang
Bagikan