Sampul Novel Bukan Rahim Istriku

Bukan Rahim Istriku

7.9 / 10.0
Dalam novel romance modern Bukan Rahim Istriku, Aryo nekat memindahkan janin selingkuhannya ke rahim sang istri demi menutupi pengkhianatan. Keputusan berunsur fantasy ini memicu konflik besar yang mengancam pernikahan mereka. Baca web novel ini untuk melihat konsekuensi dari ambisi kelamnya.
Ringkasan Bukan Rahim Istriku
Aryo terjebak dalam perselingkuhan dengan seorang wanita hingga berujung pada kehamilan. Karena dihantui rasa takut akan kehilangan sang istri tercinta, ia nekat melakukan tindakan di luar nalar dengan memindahkan janin selingkuhannya ke dalam rahim istrinya sendiri. Keputusan fatal ini memicu berbagai komplikasi dan konflik batin yang hebat, yang mengancam keutuhan rumah tangga mereka serta menghadirkan penderitaan panjang dalam kehidupan pernikahan mereka.
Baca Selengkapnya

Bukan Rahim Istriku Bab 1

Ada rasa senang, tapi juga perasaan bersalah pada Risa, istriku. Setelah dihantui sesal, akhirnya kuputuskan untuk memberitahunya hari ini.

"Ma, tau Nia?" tanyaku membuka percakapan. Aku yang tengah melahap makanannya yang lezat berusaha bersikap setenang mungkin.

"Ya. Perawan tua teman kerja Papa itu kan?" Istriku menjawab sambil menguleni adonan donat pesanan customernya.

"He'em."

"Kenapa emangnya? Mau nikah?"

"Dia hamil."

"Apa? Wah gila. Nikah aja belum," ucapnya terkejut. "Tapi luar biasa pria yang menghamilinya, Pa. Kita yang udah nikah 15 tahun aja belum punya anak." Risa melirikku sekilas. Yah, aku tahu dia tengah menyalahkanku karena dipikir suaminya ini mandul. Tapi, kupastikan dia akan lebih terkejut ketika tahu siapa ayah dari janin di rahim Nia.

"Apa Mama setuju kalau kita adopsi anaknya, Ma?"

"Apa, mengadopsi anak hasil zina? Mama gak salah denger, Pa? Gimana kalo nanti anaknya perempuan, kita bakal tersiksa menjelang akad nikahnya. Lagian selama ini, mama minta adopsi satu dari ponakan-ponakan kita, Papa nolak. Padahal orang tuanya ikhlas, nasabnya lebih jelas dan tidak akan mempersulit kita di kemudian hari."

"Iya, betul! Semua yang Mama ucap itu benar. Tapi papa keukeuh karena papa nunggu anak papa sendiri, Ma. Kamu gak tau rasanya jadi lelaki yang tidak punya keturunan." Nada suaraku menekan dan meninggi. Jujur saja selama ini aku merasa minder karena semua orang mengira aku pria yang tidak bisa punya anak. Tidak jantan dan lemah.

"Tunggu!" seru Risa tampak sejenak berpikir diletakkannya adonan yang dipegang. Sambil menyipitkan mata ia berjalan ke arahku.

"Maksud Papa nunggu anak Papa?" Telunjuknya mengacung pada tubuhku seolah menjudge sesuatu.

"Em. Itu ... itu ...." Haiss pakai keceplosan segala. Kalau gini bisa runyam masalahnya.

"Papa ada main sama Nia?"

"Maafkan Papa, Ma," jawabku akhirnya dengan lesu. Hanya itu yang bisa kuucap.

Wajah Risa seketika pucat pasi, terduduk lemas di kursi yang persis ada di sebelahnya.

"Papa harus tanggung jawab, Ma."

BERSAMBUNG

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Bukan Rahim Istriku

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Bab
Baca Sekarang
Bagikan