Sampul Novel Diperas Mafia Tengil

Diperas Mafia Tengil

8.6 / 10.0
Dalam novel Diperas Mafia Tengil, Rania terjebak ancaman Radin, seorang CEO sekaligus mafia, saat ingin mengundurkan diri. Di balik pemerasan ini, sang billionaire diam-diam melindungi Rania dari mantan suaminya. Temukan kisah romance modern ini dalam koleksi online novel kami.
Ringkasan Diperas Mafia Tengil
Hidup Rania penuh cobaan, mulai dari gagal menikah hingga diceraikan karena tak punya anak lelaki. Saat ingin berhenti menjadi asisten pribadi, ia justru diperas oleh bosnya yang seorang mafia, Radin. Namun, Radin malah melindungi Rania dan putrinya dari gangguan sang mantan suami. Sikap kontradiktif ini membuat Rania bingung akan niat asli Radin. Ternyata, Radin menyimpan rahasia besar tentang masa lalu mereka yang menjadi alasan di balik kebaikannya.
Baca Selengkapnya

Diperas Mafia Tengil Bab 1

Rania ternganga, namun dengan cepat menguasai dirinya. Ia mengatupkan bibir, lalu tersenyum canggung untuk menutupi rasa terkejutnya.

"Sa-saya hanya tamatan SMA, Pak. Saya tidak memiliki pengalaman kerja sebagai sekretaris," ujar Rania terbata-bata.Ia tidak bisa memercayai hal ini. Melamar kerja sebagai office girl, tapi malah ditawari menjadi sekretaris.

"Bukan sekretaris. Jadi asisten pribadi," ralat pria yang mewawancarainya, Reza.

Rania tidak menyembunyikan kebingungannya. Ia tidak bisa membedakan antara sekretaris dengan asisten pribadi. Bahkan, baru kali ini ia mendengar mengenai jabatan asisten pribadi.

"Tugas Bu Rania adalah mendampingi Pak Radin, calon atasan Ibu, untuk bekerja. Intinya, Bu Rania akan fokus membantu Pak Radin melakukan pekerjaannya dari pagi hingga selesai. Bu Rania antara lain bertugas mengatur jadwal kerja, menerima telepon atau email untuk Pak Radin, menyediakan dan menyimpan dokumen yang diperlukan oleh Pak Radin, menyiapkan rapat termasuk mengundang pihak-pihak yang dikehendaki oleh Pak Radin dan melaporkan hasil rapat," jelas Reza, merangkum secara runut apa saja tugas Rania jika ia menerima tawaran tersebut.

"Maaf, Pak. Saya tidak punya pengalaman mengerjakan tugas-tugas itu."

Reza tersenyum lalu menunjukkan curriculum vitae yang dikirimkan oleh Rania sebelumnya.

"Bu Rania terlalu merendah. Sebelumnya, Ibu bekerja di perkebunan karet, peternakan sapi dan usaha pertanian lainnya, bukan? Beruntung Ibu mengirimkan CV dan bukan hanya resume, sehingga kami dapat mengetahui kualifikasi Ibu yang sebenarnya. Dengan pengalaman seperti ini, Bu Rania akan menjadi andalan Pak Radin dalam bekerja."

Rania merasa tidak nyaman dan membalas, "saya hanya membantu usaha keluarga mantan suami saya, Pak."

"Saya sudah menghubungi tempat kerja Bu Rania yang lama dan berbicara dengan Pak Rustam. Beliau membenarkan apa yang tertulis dalam CV milik Ibu ini. Jadi, kami yakin bahwa Ibu adalah orang yang tepat untuk menjadi asisten pribadi Pak Radin. Jika Bu Rania menerima tawaran kami, maka dalam bekerja, Bu Rania akan banyak berkoordinasi dengan saya selaku sekretaris Pak Radin. Jangan khawatir, saya akan membantu dan membimbing Bu Rania dalam melaksanakan tugas," lanjut Reza, tidak menyerah.

Rania tertegun. Sejenak ia merasa aneh dengan tawaran yang terdengar memaksa tersebut. Namun wajah anaknya terbayang di benaknya. Apa pun akan ia lakukan demi anaknya.

"Baiklah, Pak. Saya menerimanya. Saya mohon bimbingan dari Bapak agar saya dapat bekerja dengan baik," kata Rania pada akhirnya.

Reza tersenyum puas. Ia menyalami Rania.

"Selamat bergabung dengan kami, Bu. Sekarang, mari saya antar ke kediaman Pak Radin. Dalam perjalanan, saya akan menjelaskan tugas-tugas Bu Rania. Ibu akan bertugas mulai besok pagi."

Rania tersentak. Bukan karena masa kerjanya dimulai secepat itu, melainkan karena ia harus menemui atasannya di rumahnya.

"Maaf, Pak. Apakah perlu bagi saya untuk mengunjungi kediaman Pak Radin?"

"Tentu saja. Ibu bertugas menyiapkan segala keperluan Pak Radin, dimulai dengan memilihkan pakaian yang akan Pak Radin kenakan pada hari kerja, setiap hari. Tujuannya agar Pak Radin tidak perlu menggunakan waktu dan pikiran untuk mengambil keputusan 'remeh' seperti memilih pakaian dan jenis makanan yang akan dikonsumsi. Sehingga, Pak Radin dapat fokus dalam mengambil keputusan-keputusan penting bagi perusahaan."

Rania terhenyak. Dia belum pernah bertemu dengan Radin, namun harus mengerjakan hal yang biasanya dikerjakan oleh seorang istri? Astaga, apakah Radin ini tidak memiliki istri atau memang dirinya terlalu manja untuk mengerjakan hal sepele seperti memilih kaus kaki?

"Maaf, Pak Reza. Apakah tidak apa-apa bagi saya untuk melakukan pekerjaan bersifat pribadi seperti itu? Saya rasa, istri Pak Radin tidak akan menyukainya."

Reza tertawa pelan dan menjawab, "Pak Radin masih membujang, Bu. Jadi Bu Rania tidak perlu khawatir."

Rania tercengang. Kehilangan alasan untuk menolak.

***

Reza dan Rania tiba di parkiran apartemen Radin sore itu juga. Rania tercengang saat mengetahui bahwa apartemen Radin tergolong sederhana untuk kelas seorang CEO perusahaan ritel nasional. Rinto, mantan suaminya, memiliki apartemen yang lebih mewah dan mahal daripada apartemen yang ditempati oleh Radin.

"Pak Radin tinggal sendirian di sini. Para pekerja rumah tangganya hanya bekerja dari pagi hingga malam hari dan tidak menginap di sini," jelas Reza.

Reza dan Rania kemudian turun dari mobil Reza. Sesaat setelah mereka menutup pintu mobil, seruan seorang pria membuat mereka menoleh.

"Rez! Ada apa main ke sini?!"

Seorang pria tersenyum dan menghampiri Reza dan Rania. Penampilannya urakan, seperti orang mabuk. Tiga kancing teratas kemejanya terbuka dan dasinya tergantung sangat longgar. Rambutnya awut-awutan dan wajahnya sedikit kusut. Dia seperti baru saja keluar dari dapur usai memasak dan mencuci piring dengan pakaian formal.

"Itu Pak Radin," jelas Reza pada Rania, sambil menghampiri pria tersebut.

Setelah mendapatkan penjelasan dari Reza mengenai Radin, Rania tidak terkejut lagi saat ia bertemu dengan pria itu. Kesan pertamanya adalah pria itu berjiwa bebas dan hidupnya tidak teratur. Jika sudah teratur, dia tentunya tidak memerlukan asisten pribadi untuk memilihkan pakaiannya, bukan?

Radin ternyata masih muda, mungkin hanya lebih tua satu atau dua tahun daripada Rania yang berusia tiga puluh satu tahun. Kulitnya eksotik, berwarna kecokelatan. Bentuk tubuhnya bagus dan cukup kekar, menandakan dia cukup berolahraga. Wajahnya... entahlah. Rania tidak bisa mengatakan ia tampan. Namun, tanpa melihat status sosialnya, Rania menganggapnya berpenampilan menarik dengan senyuman yang simpatik.

Akan tetapi, sebelum ketiga orang itu saling berhadapan, mereka dikejutkan oleh deru sebuah mobil yang melaju kencang ke arah Radin.

Decit ban terdengar saat mobil direm persis di belakang Radin. Dua orang pria dengan wajah disamarkan, turun dari mobil. Dengan sangat cepat, mereka memasukkan kepala dan tubuh bagian atas Radin ke dalam sebuah kantung hitam, lalu menyeretnya masuk ke dalam mobil. Mobil kemudian melaju lagi meninggalkan lokasi, membawa pergi Radin bersamanya.

Kejadian itu begitu cepat hingga membuat Rania hanya dapat membeku beberapa saat. Saat Reza berteriak dan mencoba mengejar mobil para penculik, barulah Rania sadar dari rasa terkejutnya. Saat ia mengarahkan pandangan lagi ke mobil yang membawa kabur Radin, ia hanya melihat bagian belakang mobil berwarna putih tersebut.

Reza sendiri lalu melakukan tindakan paling logis yang dapat ia lakukan: menelepon untuk meminta bantuan. Rania tidak tahu, dengan siapa Reza berbicara, namun tampaknya bukanlah pihak keamanan atau aparat kepolisian. Reza menyebut istilah-istilah yang asing baginya, sama asingnya dengan nama posisi asisten pribadi yang baru Rania jabat.

"Maaf, Bu Rania. Saya terpaksa meninggalkan Ibu di sini karena saya harus menangani insiden ini. Akan ada yang menjemput dan mengantar Ibu balik ke kantor. Besok pagi, saya pastikan Ibu sudah dapat bekerja sesuai kesepakatan," ujar Reza usai menelepon. Tanpa menunggu jawaban Rania, Reza membawa mobilnya pergi menuju arah yang sama dengan arah perginya mobil penculik.

Rania tercengang. Kebingungan ditinggal sendirian tanpa penjelasan. Apa yang telah terjadi sebenarnya?

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Diperas Mafia Tengil

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Balas dendam sang pewaris yang tak bertopeng
8.1
Saat tiba di bar miliknya, sang pemilik terkejut mengetahui Lucas, kekasihnya yang mengaku bangkrut, memesan ruang mewah. Lewat kamera pengawas, terungkap Lucas hanya menjadikannya bahan taruhan dan memanfaatkannya demi uang. Lucas bahkan menghina dirinya miskin di depan wanita lain. Merasa dikhianati, sang pewaris asli ini akhirnya mengungkap identitas aslinya. Ia mempermalukan Lucas yang berlutut dengan tumpukan uang sebagai pembalasan yang setimpal.
Sampul Novel Dia Mengambil Rumah, Mobil, Dan Hatiku
8.4
Dunia Flora runtuh saat Kevin meminta cerai demi cinta lamanya yang kembali. Tanpa air mata, Flora justru menuntut mobil mewah, vila megah, dan separuh harta bersama sebagai syarat perpisahan. Kevin terkejut, baru menyadari bahwa selama ini istrinya adalah otak genius di balik kesuksesan finansialnya. Setelah kehilangan sosok kunci dalam hidup dan bisnisnya, Kevin kini harus berjuang keras demi memenangkan kembali hati Flora yang telah dia lepaskan.
Sampul Novel Dia Menolak untuk Kembali
8.0
Terjebak dalam obsesi fisik selama tiga tahun, Belen setia menanti cinta Lanny yang tak kunjung datang. Harapannya hancur saat Lanny justru memamerkan kekasih baru dan memintanya pergi selamanya. Belen pun menghilang tanpa jejak sesuai keinginan pria itu. Namun, penyesalan mendalam justru menghantui Lanny hingga ia mencari Belen ke seluruh dunia. Kini, sang pria berlutut memohon pengampunan agar Belen bersedia kembali ke pelukannya.
Sampul Novel Menggoda Ibu Tiriku
9.2
Demi membiayai pengobatan keluarga, Sierra Nevada bersedia menjadi istri kontrak seorang konglomerat tua. Namun, ia harus menghadapi Sebastian Sagala, putra tirinya yang tampan sekaligus sangat membencinya. Sebastian bertekad membuktikan bahwa Sierra hanya wanita rakus harta yang harus diusir. Ironisnya, saat Sebastian berusaha menjatuhkan Sierra, ia justru terjebak dalam gairah terlarang dan menginginkan ibu tirinya sendiri lebih dari apa pun.
Sampul Novel Pandora
9.6
Aaron Elang Cyane kembali setelah tiga tahun berlatih demi melindungi para sahabatnya. Namun, ia mendapati Guinevere Abigail belum pulang dan Aurora Bernett diculik oleh organisasi Twilight Fantasy yang memburu daemon darah murni. Di tengah konflik, Elang harus menghadapi perasaan rumitnya pada Aleasha Brunella Aoi serta ancaman musuh dalam selimut. Takdirnya kini terikat pada rencana gelap layaknya kotak Pandora, memaksanya mengambil keputusan sulit demi masa depan.
Sampul Novel Rahim Yang Mengkhianati
8.4
Rafif hancur saat dokter memvonisnya mandul, memupus harapannya menjadi ayah. Namun, kejutan datang ketika Lina, istrinya, tiba-tiba mengumumkan kehamilan. Di tengah kebingungan itu, sang ibu muncul membawa bukti foto Lina bersama lelaki lain yang memicu kecurigaan besar. Rafif kini terjebak dalam pusaran pengkhianatan dan misteri. Apakah istrinya benar-benar berselingkuh, atau ada rahasia gelap lain di balik kehamilan yang mustahil ini?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan