Sampul Novel HASRAT MEMBARA CEO PERKASA

HASRAT MEMBARA CEO PERKASA

8.5 / 10.0
Dalam HASRAT MEMBARA CEO PERKASA, Joseph menggunakan kekuasaannya sebagai pemimpin JM Corp untuk menjerat Mary, mantan kekasihnya, menjadi sekretaris pribadi. Billionaire ini bertekad menuntaskan masa lalu melalui romance novel yang penuh dinamika kekuasaan dan pilihan hidup modern.
Ringkasan HASRAT MEMBARA CEO PERKASA
Sekuel dari Cintaku Bersemi di Masa Remaja ini mengisahkan Joseph Mikuel, CEO JM Corp, yang tak sengaja bertemu kembali dengan cinta lamanya, Mary Violet. Mary, yang dulu menghilang tanpa penjelasan, tiba-tiba melamar sebagai sekretaris pribadi di perusahaannya. Menggunakan kekuasaannya, Joseph memastikan Mary diterima demi menuntaskan perasaan yang belum usai. Pertemuan tak terduga ini mengejutkan Mary dan memicu tanya: apakah cinta lama mereka bisa bersemi kembali?
Baca Selengkapnya

HASRAT MEMBARA CEO PERKASA Bab 1

Pagi yang sungguh cerah di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Terminal kedatangan Internasional Bandara Soekarno-Hatta terlihat ramai oleh para pelancong yang baru saja tiba di Jakarta. Di tengah keramaian tersebut, seorang gadis muda bernama Mary Violet berjalan dengan langkah anggun, membawa koper besar berwarna merah marun. Rambut panjangnya yang tergerai rapi dan senyum di wajahnya membuat banyak mata memandang.

Di dekat pintu keluar, pasangan suami istri, Tuan Desmond dan Nyonya Intan, berdiri dengan penuh antusias. Mata keduanya berbinar-binar saat melihat putri semata wayang mereka, Mary, yang baru saja menyelesaikan pendidikannya di salah satu universitas ternama di London.

"Mary! Sayang!" seru Nyonya Intan, melambaikan tangan dengan penuh semangat.

Mary mendongak dan langsung mengenali orang tuanya. Wajahnya cerah saat berlari kecil menghampiri mereka.

"Mami! Papi!" serunya sambil membuka tangan lebar-lebar.

Keluarga itu berpelukan erat, mengabaikan keramaian di sekitar mereka. Ada rasa haru dan kebahagiaan yang terpancar dari masing-masing wajah mereka.

"Selamat datang di Jakarta, Mary," ucap Tuan Desmond dengan nada hangat.

"Papi sangat bangga padamu."

"Terima kasih, Pi. Aku juga kangen banget sama kalian," jawab Mary dengan senyum tulus.

"Mami, apa kabar? Kok tambah cantik saja, sih?" celetuk Mary menggoda perempuan yang telah melahirkannya itu.

"Mami baik-baik saja, dong! Tentu saja Mami semakin cantik, kan telah dicintai secara ugal-ugalan oleh Papimu," jawab Nyonya Intan sambil memandang penuh cinta ke arah suaminya.

"Idih, Papi dan Mami selalu so sweet, deh!" sergah Mary sambil merangkul kedua orang tuanya.

"Papi Desmond dan Mami Intan gitu, lho!" sahut sang ayah.

"Ha-ha-ha!" Ketiganya pun tertawa bahagia.

Setelah melewati momen penuh kehangatan, Tuan Desmond melirik jam tangannya.

"Bagaimana kalau kita makan siang dulu? Papi sudah pesan tempat di salah satu restoran yang ada dekat sini. Kita bisa ngobrol santai sambil makan."

"Setuju, Pi!" sahut Mary sambil menggandeng lengan ayah dan ibunya.

Sangat kelihatan jika gadis itu sungguh merindukan kedua orang tuanya. Sifat manja Mary juga tidak pernah berubah, penuh kasih sayang kepada ayah dan ibunya.

Sambil berjalan, ketiganya terlihat bercengkrama penuh canda dan tawa saling melepas rindu satu sama lain. Tak berapa lama setelah itu mereka pun sampai di restoran pilihan Tuan Desmond.

Keluarga kecil itu memilih tempat duduk di dekat jendela yang menghadap ke landasan pacu. Pesawat-pesawat yang lepas landas dan mendarat menjadi pemandangan dan latar yang sungguh menarik hati.

"Jadi, bagaimana perjalanan panjangmu, Sayang?" tanya Nyonya Intan setelah pelayan mengantar menu ke meja mereka.

"Perjalanannya cukup nyaman, Mi," jawab Mary sambil minum air mineral untuk melepaskan dahaganya.

"Tapi aku mulai merasa sedikit jet lag karena perbedaan waktu."

"Itu wajar, Mary. Istirahat yang cukup nanti malam, ya," ujar Nyonya Intan dengan nada lembut.

"Iya, Mami. Pasti," tutur Mary sambil tersenyum.

Setelah memesan makanan, suasana menjadi lebih santai. Tuan Desmond memulai percakapan yang sudah lama dipikirkan olehnya.

"Mary, sekarang kamu sudah kembali ke Jakarta, apa rencanamu selanjutnya, Sayang?" tanyanya serius sambil menatap putrinya.

Mary meletakkan sendok garpunya dan menatap ayahnya dalam-dalam.

"Aku ingin mencari pengalaman kerja di perusahaan lain dulu, Pi. Aku merasa itu akan memberikan pelajaran berharga sebelum aku membantu Papi dan Mami di perusahaan keluarga."

Ekspresi Tuan Desmond berubah saat mendengar keinginan putri kesayangannya. Alisnya mengerut tipis, menunjukkan ketidaksenangannya.

"Tapi, Mary, kenapa harus bekerja di tempat lain? Perusahaan kita sudah menunggumu. Papi bisa memberikan posisi yang bagus untukmu. Kamu tidak perlu repot-repot mencari pekerjaan di luar sana."

Mary menghela napas. Gadis itu sudah menduga reaksi seperti ini dari ayahnya.

"Aku mengerti, Pi. Tapi aku ingin belajar mandiri dan menghadapi tantangan di luar lingkungan yang akan menawarkan rasa nyaman bagiku. Aku yakin itu akan membuatku lebih siap ketika nanti bergabung di perusahaan keluarga."

"Mary benar, Darling," sela Nyonya Intan dengan nada lembut namun tegas.

"Biarkan dia mencoba. Pengalaman di luar sana. Mungkin saja hal itu bisa menjadi modal penting untuk masa depannya."

"Tapi Intan Sayang, aku tidak ingin putri kita merasakan kesulitan atau bahkan gagal di tempat lain," balas Tuan Desmond, matanya beralih dari istrinya ke putrinya.

"Papi hanya ingin yang terbaik untukmu, Mary," serunya tegas.

Mary tersenyum lembut lembut, mencoba menenangkan ayahnya.

"Aku tahu, Pi. Tapi aku sudah dewasa, dan aku ingin membuktikan jika aku bisa berdiri sendiri. Bukankah itu juga sesuatu yang baik untuk masa depan ku?"

Tuan Desmond terdiam sejenak, dan mulai berpikir keras. Dia tahu jika putrinya memiliki tekad yang kuat, dan istrinya juga mendukung keputusan tersebut.

"Baiklah," ujar Tuan Desmond akhirnya, meski dengan nada enggan.

"Papi akan setuju dengan keinginanmu tapi dengan satu syarat. Jika kamu merasa kesulitan atau tidak cocok di perusahaan tempat kamu bekerja nanti, kamu harus berhenti dan langsung bergabung di perusahaan keluarga."

Mary mengangguk penuh keyakinan.

"Deal, Pi. Aku janji akan melakukan segalanya dengan sebaik mungkin."

Nyonya Intan tersenyum lega melihat suaminya akhirnya mengalah.

"Bagus sekali, Darling. Aku yakin Mary bisa melakukannya."

Setelah pembicaraan serius itu, suasana di meja makan menjadi lebih ringan. Makanan yang dipesan pun mulai diantar, dan aroma lezat memenuhi meja mereka.

"Ngomong-ngomong, Mary," ucap Nyonya Intan sambil memotong steaknya.

"Kamu akan tinggal di mana selama bekerja di Jakarta? Di rumah kita atau mau cari tempat baru?"

"Aku pikir aku akan tinggal di apartemen dulu, Mi," jawab Mary.

"Lebih praktis dan dekat dengan banyak tempat. Tapi aku akan menginap di rumah kita setiap akhir minggu," sahutnya lagi.

"Itu ide bagus," sahut Tuan Desmond sambil menyeruput jus jeruknya.

"Tapi jangan lupa, Papi bisa membantumu jika kamu butuh sesuatu."

Mary tersenyum hangat. "Terima kasih, Pi. Aku tahu aku selalu bisa mengandalkan Papi dan Mami."

Mereka bertiga pun melanjutkan makan dengan obrolan santai tentang kehidupan Mary di London, teman-temannya, dan rencana masa depannya. Meskipun ada sedikit perbedaan pendapat, cinta dan dukungan keluarga tetap menjadi prioritas utama.

Setelah selesai makan, Tuan Desmond membayar tagihan dan mereka bertiga meninggalkan restoran dengan perasaan yang lebih tenang. Mary merasa lega karena akhirnya ayahnya memberikan izin, meskipun dengan syarat. Sementara itu, Tuan Desmond mulai menyadari jika putrinya memang sudah dewasa dan memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan sendiri.

"Selamat datang di Jakarta, Mary," ucap Tuan Desmond lagi saat mereka berjalan menuju mobil yang akan membawa mereka pulang.

"Papi dan Mami akan selalu di sini untukmu."

Mary menggenggam tangan ayah dan ibunya dengan penuh kasih.

"Terima kasih, Pi, Mi. Aku akan melakukan yang terbaik."

Keluarga kecil itu pun memasuki mobil dengan hati yang penuh cinta dan harapan baru untuk masa depan.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi HASRAT MEMBARA CEO PERKASA

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Akhir dari Penantianku
9.8
Menjalani hubungan bertahun-tahun membuat seseorang yakin telah menemukan pasangan hidup yang ideal. Namun, realita pernikahan jauh lebih rumit saat dua kepribadian asing harus menyatu dalam satu atap. Ujian demi ujian mulai menggoyahkan fondasi rumah tangga mereka hingga konflik tak lagi terbendung. Meski telah lama bersama, perbedaan yang tajam memicu kegagalan fatal yang membuat perpisahan menjadi satu-satunya jalan keluar yang tak terelakkan.
Sampul Novel Hari Pernikahannya, Pembalasan Dendam Sempurnanya
9.2
Dahulu aku menyelamatkan Arya Wicaksana, membangunnya menjadi raja bisnis, dan menikahinya secara rahasia. Namun, ia mengkhianatiku dengan menyebutku beban dan menghancurkan klinik kenangan putri kami demi kekasih barunya. Arya menyalahkan ambisiku atas kematian anak kami, berusaha menghapus jejak masa lalu kami sepenuhnya. Ia pikir ia telah menang, namun undangan pernikahannya justru menjadi awal kehancurannya yang akan aku eksekusi tepat di hari bahagianya.
Sampul Novel Ipar Tercinta
8.1
Permintaan terakhir sang kakak sebelum tiada mengubah total hidup Diraya Paramitha. Dira diminta menggantikan posisi kakak perempuannya sebagai ibu bagi keponakannya sekaligus menjadi istri bagi Wira Dharmawan. Di usia yang masih muda, ia terjebak dalam tanggung jawab besar dan pernikahan mendadak. Akankah cinta tulus tumbuh di antara Dira dan Wira seiring berjalannya waktu, ataukah ikatan mereka selamanya hanya sebatas kewajiban demi sang buah hati?
Sampul Novel Krisis Pernikahan: Apakah Cinta Sebuah Jebakan?
9.5
Sejak kecil Leona mencintai Elmer, namun Aurora sang saudara angkat merebut segalanya. Meski dibenci, Leona tetap memaksa menikah hingga Elmer menghinanya dengan kejam. Dalam kepedihan mendalam, Leona bersumpah takkan melepaskannya sebelum ajal menjemput, lalu ia menghilang secara misterius. Elmer terus dihantui penyesalan dalam mimpi. Lima tahun berlalu, Leona muncul kembali dengan rahasia besar; ia tak lagi sendiri melainkan membawa seorang anak di sisinya.
Sampul Novel Patah Hati, Pengkhianatan, dan Balas Dendam Miliaran Dolar
8.7
Setelah perjuangan bayi tabung yang berat, pengkhianatan Hardian terungkap lewat video mesra dan pencurian dana perusahaan. Di pesta kantor, selingkuhannya, Celine, mengaku hamil hingga memicu insiden yang membuatku keguguran. Hardian justru mengabaikan penderitaanku demi Celine. Di tengah kehancuran, rival bisnisku, Baskara Prayoga, datang menyelamatkan. Kini, kami menjalin aliansi rahasia untuk merebut kembali segalanya dan menghancurkan mereka yang telah mengkhianatiku.
Sampul Novel  Pernikahan Kontrak Sang Pendendam
9.2
Keira hancur setelah Adnan, tunangannya, menghamili wanita lain tepat sebelum pernikahan mereka. Prinsip Keira untuk menjaga kesucian justru berujung pengkhianatan pahit. Demi membalas luka hati, ia nekat menjalani pernikahan kontrak dengan Dion. Bertekad melepaskan masa lalu, Keira justru bersikap agresif untuk menyerahkan kesuciannya pada sang suami. Namun, Dion tetap dingin dan tak acuh. Akankah pelarian ekstrem ini mampu menyembuhkan dendam Keira?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan