Sampul Novel Kutukan Selingkuhan

Kutukan Selingkuhan

9.5 / 10.0
Dalam novel horror Kutukan Selingkuhan, Rhino menderita penyakit misterius setelah memutuskan Risa. Rena harus mengungkap rahasia gelap selingkuhan suaminya demi bertahan hidup. Baca mystery story ini di web novel kami untuk mengungkap kebenaran di balik teror yang mengancam nyawa.
Ringkasan Kutukan Selingkuhan
Rhino mengakhiri perselingkuhannya dengan Risa demi kembali ke pelukan sang istri. Namun, Risa yang murka melontarkan kutukan agar Rhino tewas dalam penderitaan. Tak lama, Rhino terserang berbagai penyakit misterius, mulai dari gangguan lambung hingga impotensi yang mengerikan. Di tengah keputusasaan, Rena sang istri mencoba menyelidiki latar belakang Risa. Ia justru menemukan fakta mengejutkan tentang sosok Risa yang sebenarnya jauh di luar nalar.
Baca Selengkapnya

Kutukan Selingkuhan Bab 1

Nada dering mengalun dari ponsel Rhino. Rhino yang masih tidur dengan setengah wajah terbenam di bantal, akhirnya membuka sebelah matanya untuk mencari ponselnya.

Ternyata ponsel Rhino tergeletak di nakas, berdekatan dengan asbak berisi puntung rokok yang sangat banyak. Karena masih sangat mengantuk, ia sengaja tidak bangun. Hanya tangannya yang menggapai-gapai untuk memungut ponselnya.

Tanpa meliihat siapa yang menelepon, Rhino menjawab dengan suara serak khas orang yang baru bangun tidur.

"Halo... eh, assalamu 'alaikum...."

"Bang Rhino! Bang Rhino di mana?!!"

Dari seberang sana, seorang wanita membalas dengan panik. Rhino tersentak, lalu melihat nama yang tertera. Ternyata Reita, adik iparnya.

"Bang Rhino, cepat ke rumah sakit! Sekarang!"

"Ha? Siapa yang sakit?" tanya Rhino dengan kesadaran yang mulai pulih.

"Kak Rena, Bang! Kak Rena sudah masuk rumah sakit!"

"Hah? Rena sakit apa?" tanya Rhino lagi.

"Kok sakit, sih? Bang Rhino ngelantur ya? Kak Rena mau melahirkan, Bang! Sudah pembukaan... ah, aku nggak tahu. Pokoknya, Bang Rhino cepat ke sini! Aku kirimkan nama rumah bersalinnya, ya."

Rhino akhirnya bangkit dari tidurnya. Matanya melotot. Astaga, ia baru ingat sekarang! Istrinya! Istrinya, Rena, sedang hamil tua dan ternyata akan melahirkan malam... eh, ini malam atau pagi, sih?

Rhino melihat jam di ponselnya. Astaga, ternyata sudah pukul 07.00! Artinya, Rhino tertidur semalaman di rumah ini. Kenyataan itu menyadarkan dirinya bahwa ia tidak pulang ke rumah semalam, justru pada saat Rena paling membutuhkan suaminya.

Beruntung Rena masih punya adik yang bisa menolong dan membawanya ke rumah bersalin. Entah apa jadinya jika Rena sendirian saja di rumah pada saat masa bersalinnya makin dekat.

Rhino tersentak, lalu membalikkan badan. Ia menatap seorang wanita berpakaian minim, yang masih tertidur pulas. Dengan lembut, Rhino menggerakkan bahu wanita itu.

"Ris, Risa. Bangun, Ris. Aku harus pergi sekarang. Rena mau melahirkan," kata Rhino lembut.

Risa, nama wanita itu, menepis tangan Rhino. Tanpa membuka mata, ia menarik selimut hingga menutupi bahunya. Melanjutkan tidur.

"Aku harus pergi sekarang. Kamu nggak apa-apa 'kan, kutinggal sendirian?" tanya Rhino lagi, masih dengan kelembutan yang sama.

"Hem... pergi saja. Aku mau tidur!" balas Risa kasar.

Rhino mengembuskan napas. Ia segera memungut pakaiannya yang berserakan di kamar, lalu mengenakannya dengan sangat cepat. Setelah beres, ia beranjak menuju ambang pintu. Namun sesuatu membuatnya kembali menoleh pada Risa yang masih mendengkur halus.

Rhino mendekati Risa dan memandang wajahnya. Kemudian, ia membungkuk, hendak mencium kening wanita itu. Namun, saat bibir Rhino hampir mengenai sasaran, Risa membalikkan badan dengan cepat. Tangan wanita itu menampar pipi Rhino hingga pria itu terpaksa menarik wajahnya.

"Ugh," keluh Rhino sambil memegang pipinya.

Rhino mengembuskan napas berat. Ia akhirnya kembali berjalan menuju pintu kamar. Kali ini, ia akan benar-benar pergi.

"Setelah Rena melahirkan, aku akan menceraikan dia," ujar Rhino sebelum membuka pintu kamar.

"Benar, nih?"

Sahutan dari belakangnya tersebut membuat Rhino berbalik. Risa ternyata sudah duduk di tempat tidur, memandangnya dengan senyuman merekah. Ternyata, wanita itu hanya berpura-pura tidur sebelumnya.

"Benar, nih? Kau akan menceraikan dia, lalu menikahi aku?" ulang Risa memastikan.

"Iya. Aku akan menikahimu. Jadi kita tidak perlu sembunyi-sembunyi lagi seperti ini," jawab Rhino. Ia hendak mendekati Risa lagi. Namun mengingat tamparan yang ia terima sebelumnya, Rhino mengurungkan niatnya dan hanya terpaku di dekat pintu.

"Baguslah. Aku juga sudah lelah menyimpan rahasia ini. Rasanya muak sekali, harus berpura-pura," cetus Risa. Ia lalu berpakaian, lalu menghampiri Rhino yang setia menunggu.

"Aku antar ke depan," kata Risa saat Rhino membuka pintu kamar..

Rhino mengangguk, lalu membiarkan Risa berjalan di depannya. Memandu Rhino meninggalkan rumah mungil Risa.

Rhino memasuki mobilnya yang terparkir di halaman rumah Risa. Sebelum Rhino menghidupkan mesin mobilnya, Risa menumpukan kedua tangan dan kepalanya di jendela mobil yang terbuka. Bertanya sekali lagi untuk memastikan janji yang Rhino ucapkan di dalam rumah.

"Kau benar-benar akan menceraikan Rena, 'kan? Kalau tidak, aku tidak akan memaafkanmu. Ah, tidak. Aku akan mengutukmu, supaya kau mati perlahan-lahan dan penuh penderitaan karena sudah menyakiti hatiku!"

Rhino bergidik dan memohon, "jangan, dong. Aku bersumpah, hanya kau yang akan kupilih."

Risa tertawa kecil. Kemudian ia menarik tubuhnya hingga Rhino bisa menaikkan kaca jendela.

Tak lama kemudian, mobil Rhino bergerak meninggalkan rumah Risa. Pemilik rumah itu melambaikan tangan, melepas kepergian kekasih gelapnya itu.

Sambil mengemudikan mobil menuju ke rumah bersalin, Rhino menarik napas dalam. Ia mengingat janji dan sumpah yang ia ucapkan sebelum meninggalkan rumah Risa.

"Aku tidak akan mengecewakanmu, Risa," gumamnya. Menguatkan diri agar tidak mengecewakan wanita yang ia cintai itu.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Kutukan Selingkuhan

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Cinta Virtual
7.9
Banyak orang terjebak luka akibat cinta virtual, namun aku justru menikmati hubungan tanpa status yang unik. Lewat layar ponsel, kami berbagi rutinitas mulai dari saling berkirim foto hingga sleep call setiap malam tanpa ikatan resmi. Meski hanya berteman dekat, perhatian yang diberikan terasa nyata dan sangat manis. Namun, mampukah koneksi digital ini berujung serius ke pelaminan? Ikuti perjalananku yang akan membuat siapa pun merasa iri dengan indahnya HTS.
Sampul Novel Tidak Pernah Melihat Kembali: Hati Menginginkan Apa yang Diinginkannya
8.0
Lorenzo dianggap mencintai Gracie hingga ia tega memberikan donor jantung putri mereka kepada wanita lain. Kecewa berat, Gracie menggugat cerai dan bersekutu dengan Waylon, paman Lorenzo, untuk membalas dendam. Rencana itu sukses menghancurkan hidup Lorenzo hingga ia memohon ampun dalam penyesalan. Namun, saat Gracie mengira urusannya selesai, Waylon justru menolak melepaskannya. Kini ia terjerat dalam dominasi pria yang membantunya bangkit tersebut.
Sampul Novel Kau Hancurkan Lipstikku
8.2
Saat berbelanja, Luna bersikeras membeli lipstik baru meski Rama sudah mengingatkan untuk berhemat. Karena Luna nekat membelinya secara diam-diam, Rama yang emosi langsung mencoret-coret wajah Luna menggunakan lipstik tersebut sebagai hukuman. Rama mengira tindakan kasarnya akan membuat Luna kapok dan menyesal. Namun, dugaannya salah besar karena dalam sekejap, Luna justru kembali muncul di hadapannya dengan membawa sepuluh buah lipstik baru lainnya.
Sampul Novel Pengantin Boneka Demi Utang Keluarga
8.8
Demi menyelamatkan bisnis keluarga dari pailit, Anya Pramudita terpaksa menikahi Reza Wijaya, pewaris Wijaya Corp. Meski orang tua Reza memuja kecerdasan Anya, mereka sebenarnya memanfaatkan krisis finansial Pramudita Global sebagai jerat. Di sisi lain, Reza masih terikat cinta rahasia dengan Kirana. Tanpa kasih sayang, Anya yang apatis pada cinta harus menjalani sandiwara pernikahan. Akankah perasaan tulus muncul, ataukah hubungan ini hancur akibat pengkhianatan?
Sampul Novel Sang Luna yang Ditolak Alpha: Mengandung Anak Musuhnya
9.6
Alpha Kaelan mengkhianatiku demi Lyra. Aku dipaksa mengaku dinodai dan membesarkan anak haram wanita itu sebagai milikku. Saat aku mengandung buah hati kami, Kaelan justru menyuruhku menggugurkannya agar tidak membebani Lyra. Kekejaman memuncak saat ibunya mengurungku hingga aku keguguran. Di titik nadir ini, cintaku musnah. Aku pun mengeluarkan lolongan suci, memanggil keluarga kerajaanku dari Klan Taring Putih untuk menjemput putri mereka yang hancur.
Sampul Novel Tunangan Ganda
9.5
Mia, aktris yang terjerat utang, terpaksa menyamar sebagai pewaris kaya bernama Lara demi menikahi jutawan dingin, Hector. Rencana singkat ini berubah menjadi jebakan berbahaya saat hari berganti bulan. Di tengah ancaman pemerasan dan pengkhianatan, Mia harus menghadapi Hector yang mulai curiga namun juga terpikat oleh jati diri aslinya. Kini, ia terjepit antara melarikan diri dari kebohongan besar ini atau bertahan menghadapi kebenaran yang mengancam nyawanya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan