Sampul Novel Menikahi Pria Lumpuh

Menikahi Pria Lumpuh

9.3 / 10.0
Dalam Menikahi Pria Lumpuh, Gea Athena harus bertahan setelah dijual suaminya seharga 3 miliar kepada pria asing. Novel modern ini mengikuti perjuangan Gea menghadapi pengkhianatan dan nasib baru. Baca billionaire romance novels ini untuk melihat bagaimana ia menentukan jalannya sendiri.
Ringkasan Menikahi Pria Lumpuh
Kehidupan Gea Athena hancur seketika saat dikhianati oleh suaminya sendiri. Tanpa belas kasihan, ia dijual seharga tiga miliar rupiah kepada seorang pria yang menderita kelumpuhan. Tragedi memilukan ini memaksa Gea memasuki babak baru yang gelap dalam hidupnya. Terjebak dalam kesepakatan bisnis yang kejam, ia kini harus menghadapi takdir bersama sosok asing yang menjadi pemilik barunya. Sebuah kisah romansa modern tentang pengkhianatan dan perjuangan.
Baca Selengkapnya

Menikahi Pria Lumpuh Bab 1

Athena Salindri.

Perempuan berusia 21 tahun itu tak pernah sekalipun bahagia dalam pernikahannya dengan Bima. Satu tahun mereka menikah, tapi tak sehari pun Athena bisa hidup tenang.

"Gak guna!" Athena tersungkur di lantai rumahnya yang masih berupa tanah berdebu, sementara Bima mengamuk karena Athena tak bisa memberinya uang untuk berjudi.

Sebuah pukulan keras dari kayu rotan itu menodai betis Athena yang putih mulus seputih susu. Luka dari pukulan itu meninggalkan guratan merah dengan rasa perih yang menyiksa, walau rasa sakitnya sangat menyengsarakan, tapi Athena enggan menangis.

Padahal dulu Bima tak seperti ini. Bima tak pernah sekasar ini. Dulu Bima hanyalah pria baik dan cukup tampan dimata Athena, sehingga Athena berani jatuh hati padanya.

Namun, Bima berubah setelah mereka dijodohkan. Setelah mereka menikah, Bima jadi terjerumus pada perjudian dan bahkan jadi pemabuk.

Bima jadi selalu menyalahkan Athena atas kehidupannya yang sengsara dan menganggap Athena sebagai penyebab dari putusnya hubungan dia dengan Ayu— perempuan yang kala itu menjadi kekasih hatinya.

"Gak ada, mas. Aku gak punya uang lagi... beneran, aku gak bohong."

"Halah! pasti diumpetin kan duitnya? Ngaku! Kerja keras jadi buruh cuci dari rumah ke rumah, masa gak dapet duit!"

Athena tersentak tiap kali mendapat pukulan demi pukulan itu. Ia bahkan tak sanggup untuk sekadar berteriak kesakitan karena jika ia melakukannya, pukulan itu akan semakin membabibuta.

"Uangnya aku pake buat beli minyak sama beras, mas. Udah abis, telur saja gak kebeli-" ucapnya tertahan.

Athena tidak bisa menyelesaikan kalimatnya, ketika tangan besar nan kasar itu meraih lehernya dan menekannya keras untuk sekadar-

"Kalung lo gue ambil, buat bayar hutang judi."

Bima membuka kalung emas yang dikenakan oleh Athena itu dengan hati-hati, sementara Athena sudah tidak punya kekuatan lagi untuk mencegahnya.

"Itu kalung buat biaya lahiran anak kita, mas... jangan diambil." Suara Athena lemah.

Namun apa pernah Bima jadi pria baik yang punya nurani?

Hahah! tentu saja tidak pernah.

"Bodoamat," cetus Bima tak acuh.

Dengan tidak tahu malunya, Bima mengantongi kalung itu, mendorong kasar bahu Athena sampai punggung Athena terantuk kayu penyangga dinding rumah yang terbuat dari anyaman bambu.

Rasa sakit luar biasa langsung menjalari punggung Athena, membuatnya mematung merasakan rasa sakit itu sendirian.

Kemudian, Bima bergegas pergi begitu saja keluar rumah meninggalkan Athena yang tak berdaya di tempatnya.

Isak tangis yang terdengar pilu itu keluar dari bibir Athena yang gemetar. Athena memandang nelangsa kepergian Bima, bukan karena ia bersedih atas ketidakberadaan Bima, bukan itu.

Athena menangis karena satu-satunya harapan biaya untuk melahirkan anaknya telah raib, ditambah dengan fakta bahwa dirinya tidak pernah seberharga itu di mata suaminya sendiri.

“Sakit,” gumam Athena dengan suara tercekik. Detik itu juga ia memeluk perut buncitnya yang tiba-tiba terasa sakit seperti tengah diurut dengan sangat keras.

Sakit… sangat sakit.

Athena meringkuk, memeluk perutnya sambil terus meringis kesakitan. Sampai kemudian darah segar mengalir deras dari paha atasnya, diiringi sensasi sesuatu yang keluar dari dalam dirinya-

Athena keguguran.

***

“Sialan!” umpat Bima menendang kaleng soda itu dengan kesal.

Ia menyugar rambutnya dan mengusap kasar wajahnya, mulai mengutuk dirinya sendiri karena kalah dalam berjudi.

"Tolol, emang. Udah berharap bisa menang banyak setelah jadiin kalungnya jaminan, eh malah kalah. Padahal, niatnya buat bayar hutang."

Lagi, Bima menyugar rambutnya. Ia merasa frustasi... benar-benar frustasi. Sesekali ia mendengus jengkel lalu meludah sembarangan sambil terus merutuki ketidakberuntungannya.

Baru saja Bima berniat melangkahkan kakinya untuk pulang menuju rumahnya, ketika sebuah mobil Jeep berhenti di depannya.

Seseorang kemudian keluar dari sana, dan menghampiri Bima dengan aura yang membuat Bima menelan ludahnya dengan susah payah.

"Hutangmu, Bima. Lagi-lagi kamu ingkar janji dan tidak membayar hutangmu," ucap pria setengah baya dengan suara bariton yang membuat Bima sontak menatap lawan bicaranya itu dengan ketakutan besar yang tercipta jelas diwajahnya.

"B-Bukan gitu, Pak Mandor. Saya mau bayar kok. Tadinya saya mau bayar pake uang hasil judi, cuma gimana, ya, hari ini saya kalah judi. Janji deh Pak Mandor, nanti saya akan bayar." Alibinya.

"Banyak alasan," desis pria setengah baya yang dijuluki sebagai Pak Mandor itu. Kemudian ia melirik ke arah dua orang pria berbadan kekar disisi kiri dan kanannya. "Bawa dia. Tuan Brian memintaku untuk membuat pertemuan dengan si Bima Bima ini," lanjutnya.

Tanpa menunggu lama, kedua pria kekar itu langsung menyergap Bima dan menyeretnya masuk ke dalam mobil. Sekalipun Bima meronta-ronta, kedua pria kekar itu tetap bisa membuat Bima masuk ke dalam mobil tanpa bisa berkutik lagi.

Di dalam mobil, Bima diapit oleh kedua pria kekar itu, dimana tiap kali ia memberontak, yang dirasakannya kemudian adalah sensasi dari tulang bahunya yang terasa hampir remuk.

Tak butuh memakan waktu lama. Ketika akhirnya mereka sampai di rumah megah nan mewah itu, buru-buru para pria besar itu membawa Bima ke dalam rumah.

Dengan kasar, tubuh Bima diseret ke ruang bawah tanah, lalu dilemparkan tepat dibawah kaki pria lumpuh yang duduk di kursi rodanya.

Walau dalam keremangan cahaya yang minim, tapi Bima bisa melihat dengan jelas dan memastikan bahwa pria yang ada dihadapannya itu punya dagu yang bengkok.

Seperti orang stroke.

"Tuan... Maaf tuan, ini cuma salah paham. Hutangnya pasti saya bayar!" mohon Bima dengan panik, lalu memeluk erat kaki pria di hadapannya itu.

Pak Mandor yang melihat itu, hanya berdecak dan mendelik muak.

"Percuma berbicara dengan tuanku karena dia hanya bisa melihatmu tanpa bisa mendengarkan suaramu– tuanku tuli. Lagipula jangan berbicara omong kosong. Aku tahu kalau dirimu hanya berbohong, kamu gak akan bisa bayar hutangmu,Bima."

"Bisa, pak... Saya bisa bayar hutangnya!" Bantah Bima cepat. Kemudian, ia beringsut mundur dan bersimpuh di kaki sang mandor.

"Mau bayar pake apa? Kamu miskin, Bima," cibirnya meremehkan semua janji Bima yang terdengar seperti omong kosong baginya.

"Saya punya barang berharga. Saya akan jual itu ke tuan Brian. Mungkin bisa melunasi hutang saya," katanya.

"Barang apa?"

"Istri saya."

Pria setengah baya yang dijuluki sebagai Pak Mandor itu pun diam sejenak lalu kemudian melirik ke arah Brian untuk sekadar berbicara dengan bahasa isyarat. Membicarakan hal yang diucapkan Bima itu kepada Brian.

(Bawa perempuan itu kehadapanku, Ismail. Biar aku sendiri yang memastikan apa barangnya layak beli atau tidak,) ucap Brian dengan bahasa isyaratnya.

Pak Mandor yang bernama Ismail itu pun lalu mengangguk mengerti lalu kemudian mengalihkan pandangannya pada Bima.

"Bawa istrimu kehadapan tuanku. Biar tuanku sendiri yang memastikan apakah istrimu layak untuk dibeli atau tidak," pungkas Ismail dingin.

***

"Ikut gue,” tukas Bima seraya menarik tangan Athena untuk mengikutinya.

Padahal Bima baru saja pulang,tapi tanpa nurani, ia langsung menarik Athena secara kasar. Ia bahkan tak bertanya terlebih dahulu tentang kondisi Athena, padahal saat ini Athena belum pulih pasca keguguran.

“Ke mana? Aku sakit, mas. Aku baru keguguran, apa kamu gak akan ngerasa sedih sama sekali?”

“Syukur deh kalo keguguran. Beban hidup gue berkurang satu,” pungkasnya dingin dan masih terus menarik tangan Athena untuk keluar dari rumah dan bergegas mengajaknya masuk ke dalam mobil Jeep yang dikendarai oleh salah satu anak buah Brian.

“Kita mau ke mana?” ulang Athena yang mulai panik ketika mobil itu melaju pergi.

Namun, Bima tak menggubrisnya. Ia tetap diam seribu bahasa, memilih fokus ke jalanan desa yang mereka lalui, sampai tak lama kemudian akhirnya mereka pun sampai di kediaman Brian.

Rumah dua tingkat dengan gaya arsitektur Mediterania itu tampak berdiri dengan kokohnya, begitu kontras dengan rumah-rumah di desa yang umumnya hanya berupa rumah bedeng dengan dinding yang terbuat dari anyaman bambu.

Sekitar 50 orang penjaga berdiri di setiap sudutnya, menjaga keamanan rumah atau yang lebih tepatnya adalah menjaga keamanan Brian si sang empunya rumah yang tidak berdaya sama sekali di atas kursi rodanya.

"Ayo turun," perintah Bima yang lagi-lagi menarik kasar tangan Athena untuk masuk ke dalam rumah itu.

Bagian dalam rumah jauh lebih megah, membuat Athena sempat tersihir dengan keindahannya, sebelum akhirnya keberadaan dua orang yang datang membuatnya kembali tersadar bahwa ia berada di tempat asing.

Athen membeku.

Tatapannya terpaku pada seorang pria yang duduk di atas kursi roda, dengan kondisi yang membuat Athena buru-buru menundukan kepalanya karena tak sanggup melihatnya.

Pria itu cacat.

Walaupun punya wajah yang sangat tampan, tapi ketampanan itu bahkan tertutupi oleh rahang yang bengkok dan juga kondisinya yang duduk di atas kursi roda.

"Saya datang dengan istri saya, pak. Gimana?" ujar Bima terlihat begitu ceria, sementara Athena bahkan tidak nyaman sekali karena di tatap lekat-lekat oleh pria disabilitas itu.

"Ayo Athena perkenalkan dirimu," tambah Bima seraya menyenggol lengan Athena.

Athena mengerjapkan matanya beberapa kali, sampai akhirnya ia memberanikan diri untuk mendongak dan dengan ragu mengulurkan tangannya.

"Nama saya Athena Salindri," kata Athena memperkenalkan diri.

Perlahan, Brian mengulurkan tangannya dan menyambut uluran tangan Athena, tetapi ia tak bicara.

"Tuanku bernama Brian Atmaja. Beliau tidak bisa mendengarmu dan tidak bisa bicara, karena beliau tuli dan bisu." Suara Ismail mewakili Brian, membuat Athena jadi semakin merasa tak nyaman.

Athena bahkan bergerak gelisah karena Brian tak juga melepaskan genggaman tangannya. Ia takut... sangat takut pada Brian, entah itu karena kondisi fisiknya atau mungkin karena aura tak baik yang melingkupi pria itu, yang jelas Athena takut pada Brian.

Kemudian, Ismail menoleh sejenak pada tuannya-

(Bagaimana tuan, apa anda suka?) tanyanya dengan bahasa isyarat.

Sengaja, karena tak ingin Athena tahu bahwa dirinya yang dijadikan sebagai objek tawar menawar.

(Lumayan. Kau bayar saja, Ismail. Perempuan ini harus jadi milikku.)

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Menikahi Pria Lumpuh

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Dinikahi Om Bujang
9.4
Berdasarkan kisah nyata, narasi ini membuktikan bahwa jabatan dan usia bukan penentu kebahagiaan rumah tangga. Fokus utama adalah kejujuran serta upaya saling melengkapi. Sang suami dengan sabar membimbing istrinya yang sempat jauh dari agama untuk kembali mengenal Islam. Meski diterpa cemoohan keluarga terkait masa lalu sang istri, ia tetap setia merawat di kala sakit. Sebuah bukti cinta tulus yang mengedepankan kesabaran dan perjuangan spiritual dalam pernikahan.
Sampul Novel Kebangkitan Wanita Cacat Yang Dikhianati
8.0
Silvia Rahman, wanita difabel, mengira cinta Dion Kurniawan tulus. Namun, pendengarannya pulih dan mengungkap fakta keji: Dion sengaja menghambat kesembuhannya demi berselingkuh dengan Arini. Saat pesta, Dion menghinanya, sementara Arini mencoba membunuhnya lewat tabrak lari. Kini, Silvia bertekad membalas dendam. Di hari pernikahan, ia menyiapkan kejutan mematikan yang akan membongkar kebusukan Dion sebelum ia menghilang dengan identitas baru.
Sampul Novel KETIKA CINTA BERTASBIH
9.3
Meski ikhtiar telah maksimal, takdir tetap menjadi penentu akhir sebuah hubungan. Kisah ini menyoroti dilema cinta beda keyakinan antara dua insan yang mustahil bersatu dalam ibadah. Sebagai hamba Allah, ia tak mungkin menjadikan seseorang yang berbeda iman sebagai imamnya. Namun, rasa cinta yang telanjur mengakar kuat membuatnya sulit untuk melepaskan. Akankah perasaan ini berujung di pelaminan, atau ia harus mengikhlaskan perpisahan demi prinsipnya?
Sampul Novel Pengkhianatan yang Tak Pernah Kusangka
7.9
Niat tulus Lira menolong seorang pelayan justru menjerumuskannya ke dalam bahaya besar. Setelah disergap oleh kelompok misterius, ia jatuh ke kekuasaan Arion, pria dingin yang mendambakan keintiman. Setiap momen bersama Arion terasa mencekam namun memiliki daya tarik yang sulit ditolak. Kini, Lira terjebak dalam dilema antara menuruti hasrat Arion yang meluap atau mencari cara untuk kabur dari jeratan pria tersebut sebelum segalanya terlambat.
Sampul Novel Sang Pemuas Hasrat Wanita Kesepian
9.8
Pasca patah hati, Angga terjebak dalam rencana gila Doni yang memintanya menemani Riri. Pengalaman tak terduga dengan sepupu temannya itu seketika mengubah hidup Angga dan merenggut keperjakaannya. Doni yang melihat bakat terpendam Angga lantas menawarkan pekerjaan sebagai penghibur wanita kesepian. Meski sempat merasa keberatan karena dianggap seperti gigolo, tawaran uang besar dan potensi dirinya sebagai pemuas sempurna membuatnya sulit berpaling dari dunia baru ini.
Sampul Novel Seatap Dengan Maduku
8.1
Harapan Laila untuk dicintai Yoga sirna setelah menyadari pernikahan perjodohan mereka hanyalah angan semu. Sebagai gadis desa yang tulus, ia harus menghadapi kenyataan pahit bahwa suaminya, seorang pengusaha kaya, telah menikah siri dengan Tasya. Situasi semakin pelik saat Yoga memaksa istri keduanya itu tinggal bersama mereka. Kini, Laila terjebak dalam konflik batin yang hebat, dipaksa berbagi rumah dan kasih sayang dengan madunya di bawah satu atap.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan