Sampul Novel Pacar Kedua.

Pacar Kedua.

9.7 / 10.0
Dalam novel Pacar Kedua, David berusaha mengungkap kebenaran di balik kecurigaannya terhadap Reta. Cerita romance modern ini mengikuti misi David mencari bukti perselingkuhan yang tersembunyi. Simak kisah penuh intrik dalam mystery story ini melalui layanan read novels online pilihan Anda.
Ringkasan Pacar Kedua.
David mulai merasakan ada yang tidak beres dalam hubungannya. Kecurigaan mendalam menyelimuti benaknya, memicu prasangka bahwa Reta, wanita yang ia cintai, telah mengkhianati komitmen mereka dengan pria lain. Tak ingin terjebak dalam ketidakpastian, David memutuskan untuk menyelidiki kebenaran di balik sikap misterius Reta. Ia bertekad mengumpulkan bukti nyata guna mengungkap perselingkuhan yang selama ini hanya menjadi firasat buruk di hatinya.
Baca Selengkapnya

Pacar Kedua. Bab 1

Ivana berlari ke dalam rumah, di tanganya ada surat kelulusanya. Dia lulus predikat bagus. Walau tidak rangking satu Tapi rangking tiga dari seluruh siswa. Ivana merasa bersyukur juga bahagia. Setidaknya bisa mengurangi beban orang tuanya. Ivana menemui ayah dan Ibunya dengan wajah ceria.

"Assalamulaikum ...." sapa Ivana ceria.

"Walaikum salam ...." balas orang tua Ivana kompak. Ivana langsung memeluk Ibunya.

"Ibu ... aku lulus," Ivana menyerahkan surat tanda kelulusan kepada Ibunya.

"Alhamdulilah." ucap Ibu bersyukur. Mata Ibu berbinar- binar karena bahagia. Tapi bayangan masa depan melintas di pikiran Ivana. Impian menjadi pramugari sudah lama dalam benaknya.

"Ayah, Ibu ... Ivana ingin kuliah pramugari, apa boleh?" Tanya Ivana menatap orang tuanya bergantian. sendu wajah mereka mendengar permintaan putri sulungnya.

Ivana ingin menjadi Pramugari di Maskapai luar negeri. Cita- citanya menjadi Pramugari di Maskapai Dubay.

Mereka menghembuskan nafas pelan, ternyata anaknya sudah dewasa. memikirkan masa depanya sendiri dan keluarganya.

"Baiklah kejarlah cita - citamu Anaku, Ayah akan berusaha mencari uang untuk biaya Diklat kamu,"

"Kapan pendaftaranya Nak?"

"Bulan depan Ayah," ucap Ivana tak percaya Ayahmya menyetujui impianya.

"Belajar yang rajin, siapkan segalanya untuk ujian nanti,"

" Baik Ayah," Ivana melangkah ke dalam kamar. Brosur Diklat Pramugari di tanganya ia Ciumi.

"Makasih Ya Allah,"

Merasa Ini adalah jalan menuju impianya.

Ia masuk kamar Melepas jilbab dan baju seragamnya. Ia gantungkan di capstok. Segera mengambil air wudhu. Masuk ke kamar mandi di kamar pribadinya. Walau orang tua Ivana dari kalangan rakyat biasa saja, tapi Ayah Ivana membuatkan kamar mandi di kamar masing- masing putrinya. Tujuanya agar mereka tak berebut untuk sekedar mandi.

Ivana Menghamparkan sajadah menghadap kiblat. Saat bahagia terucap bibir Alhamdulilah, dan hati harus menghadap Sang Pemilik Kehidupan. Rokaat demi rokaat di jalani khusyuk. Terimakasih atas Anugerah hari ini. Lulus ujian dengan predikat baik juga orang tuanya tak keberatan meraih impian menjadi pramugri.

Selesai sholat ia gantungan baju. Membuka buku pelajaran kembali. Ia Harus mempersiapkan ujian masuk Diklat walaupun masih satu bulan lagi, Ivana ingin mempersiapkan dengan matang.

Sebulan Kemudian..

Tok ... tok...

"Van, ini Ayah,"

Ivana meresleting kopernya, segera bangkit menuju pintu. Lelaki paruh baya bermata teduh berdiri di depan pintu.

"Kamu sedang packing Nak?" Tanya Ayah.

"Iya Ayah, besok sudah pendaftaran,"

"Ayah antar ya?"

"Nggak usah Ayah, aku ingin mandiri,"

"Baiklah kalau tak mau di antar sampai Jogya, tapi Ayah Harus mengantarmu sampai Terminal !"

"Iya Ayah," kali ini Ivana mengalah mengantarnya sampai Terminal.

Ivana terdiam sesaat matanya menangkap Amlop coklat di tangan Ayahnya. Ingin bertanya tapi bibirnya kelu.

"Ini Nak, Ayah ada sedikit uang untuk biaya Diklat kamu kalau kurang Ayah bisa jual sapi peninggalan nenek kamu,"

Ivana terdiam sesaat. Memikirkan dari mana Ayahnya mendapat uang sebanyak itu?

Ivana menerima uang dari tangan Ayahnya dengan tangan gemetar. Di bukanya Amlop coklat itu. Uang senilai sepuluh juta rupiah.

"Makasih Ayah," ucap Ivana terbata. Bulir bening mengalir dari pelupuk matanya Ivana terharu. Berjanji dalam hati akan sungguh- sungguh belajar.

"Iya. Tapi belajar yang rajin jangan lupa sholat, tetep jaga diri !"

"Baik Ayah," ucap Ivana menunduk tanpa melihat wajah Ayahnya. Begitulah Ayah Ivana seorang yang bijak tapi tegas.

Ayah bangkit dari duduk, sebelum pergi mencium puncuk kepala putrinya. Merasakan kasih sayang Ayahnya. Air mata kembali meluncur, tapi segera di usap. Malu ketahuan Ayahnya.

"Udah jangan nangis, besok Ayah antar ke Terminal. Udah besar nangis!"

Ivana menganguk, bertekad membanggakan orang tua.

Bersambung..

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Pacar Kedua.

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Bab
Baca Sekarang
Bagikan