Sampul Novel Pembantu Rasa Bos

Pembantu Rasa Bos

7.9 / 10.0
Demi biaya kuliah sang anak, Maharani bekerja sebagai asisten rumah tangga bagi seorang duda. Namun, perannya dalam modern novel ini berubah saat sang majikan memperlakukannya layaknya nyonya rumah. Ikuti kisah Pembantu Rasa Bos, sebuah romance novel tentang pilihan hidup dan pengabdian.
Ringkasan Pembantu Rasa Bos
Demi membiayai kuliah sang buah hati, Maharani yang merupakan mantan istri pengusaha terpaksa banting tulang menjadi asisten rumah tangga. Luka akibat pengkhianatan masa lalu membuatnya enggan meminta bantuan sang mantan suami. Kini, ia harus beradaptasi melayani bos duda anak satu. Namun, Maharani mulai merasa bingung karena tanggung jawab yang ia jalani perlahan justru menyerupai peran nyonya rumah. Mampukah ia menjaga profesionalitasnya?
Baca Selengkapnya

Pembantu Rasa Bos Bab 1

"Jadi kamu janda?! Sudah punya anak berapa? Umur kamu 39 tahun. Penampilan kamu juga bersih. Saya suka," kata Nyonya Besar yang duduk di sofa. 

Dia memegang surat lamaranku yang berisi berkas lengkap tentangku. Hanya ijazah terakhir saja yang tidak aku lampirkan. Masak seorang lulusan Diploma III melamar jadi pembantu, bisa ditolak nanti. 

Beliau sekitar berusia 75 tahun, kelihatan sekali orang kaya. Baju sutra, perhiasan berkilau dan rambut yang disasak ke atas menunjukkan kelasnya.

Tadi sebelum aku masuk, sudah diinterview oleh pegawai senior dan diajari harus bersikap bagaimana. Mereka mencari pembantu untuk di rumah anak sulungnya. Lowongan pekerjaan online dengan tawaran gaji diatas UMR membawaku ke sini. Sekarang interview terakhir yang menentukan diterima atau tidak. Katanya sudah tiga bulan proses ini berlangsung dan belum ada yang cocok.

“Iya, Nyah. Janda mempunyai anak satu. Anak saya bersama neneknya di kampung. Dia sudah besar, jadi saya bisa konsentrasi dipekerjaan ini. Saya janji tidak sering minta pulang kampung. 

"Kamu ini belum ada pengalaman kerja. Memang kamu sanggup dengan pekerjaan ini? Kami membutuhkan pengurus rumah untuk anak saya. Semua keperluan rumah kamu yang atur. Syaratnya satu, jujur. Kamu sanggup?"

"Saya sanggup, Nyah. Saya belum pernah kerja sebelumnya. Tetapi saya yakin bisa."

Aku tidak terlalu mengerti dengan pengurus rumah itu apa, bukannya sama dengan pembantu, ya. Kenapa harus mengatur semua keperluan rumah? Mungkin maksudnya belanja, bersih-bersih dan masak. Ah, yang penting dapat pekerjaan halal. Semoga aku diterima dipekerjaan ini, biaya sekolah Wisnu yang tidak sedikit memaksaku untuk menerima pekerjaan ini. Setelah bercerai dengan Mas Bram, semua kebutuhan Wisnu aku yang memanggung. Aku tidak sudi berhubungan ataupun meminta harta ke tukang selingkuh itu. 

'Maharani, kau harus kuat dan semangat!'

“Rani! Kamu saya panggil Rani, ya. Kamu diterima untuk pekerjaan ini. Masa percobaan tiga bulan. Kalau lolos, kamu terus. Kalau tidak, kamu harus pulang. Karena pekerjaan ini berat, sementara kamu saya gaji enam juta! harus lihat kualitas kerja kamu!"

'Haah, enam juta perbulan sebagai pembantu? Seberapa berat pekerjaanya, sih?' Tidak ada pekerjaan di luar sana yang gaji awalnya segitu. 

Apalagi dengan umur yang sudah tidak muda lagi. Seperti aku.

BERSAMBUNG

******

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Pembantu Rasa Bos

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Bab
Baca Sekarang
Bagikan