Sampul Novel Pernikahan Rampasan

Pernikahan Rampasan

9.3 / 10.0
Dalam romance novel Pernikahan Rampasan, Sally Esteban berniat balas dendam namun salah sasaran merayu Glenn Ston. Terjebak dalam pernikahan modern tanpa cinta demi merebut hak waris, mereka menghadapi konflik masa lalu dan pengkhianatan. Baca kelanjutan kisah mereka di web novel ini.
Ringkasan Pernikahan Rampasan
Demi membalas kematian ibunya, Sally Esteban berniat merebut kembali tunangannya dari sang adik tiri. Namun, ia salah sasaran dan malah menggoda Glenn, adik mantan tunangannya yang dingin. Meski Sally mencoba menjauh, Glenn justru mengejarnya hingga mereka terikat dalam pernikahan keluarga Ston. Kehadiran mantan kekasih Glenn, Kayla, menguji kesetiaan pria itu. Akibat keraguan Glenn, Sally memilih bercerai. Kini, Glenn harus berjuang mempertahankan istri yang merasa tak dicintai.
Baca Selengkapnya

Pernikahan Rampasan Bab 1

Bab 01. Salah Sasaran

"Kamu nggak  bisa menceraikanku?!" bentak pria bernama Glen Albert Ston kepada istrinya.

"Kontrak pernikahan kita sudah berakhir. Jadi untuk apa kita harus mempertahankan hubungan kita." Sally menatap jengah suaminya, sudah lebih dari setahun mereka berdua menjadi pasangan di atas kertas. 

"Persetan dengan kontrak sialan itu." Cetus Glenn meraih pinggang istrinya, Sally memberontak berusaha melepaskan diri dari lengan suaminya. 

Sally Esteban adalah putri tertua dari Caesar. Dia sendiri memiliki saudara tiri bernama Helena Bonham yang kini berganti nama Esteban. Semua yang dimiliki Sally kini diambil paksa oleh saudara tirinya. Hingga memutuskan mengambil tunangan saudaranya sebagai bentuk balas dendam. 

Saat itu terlihat awan mendung menyelimuti kota Batavia, sebuah kota yang terkenal indah namun menyakitkan untuk wanita cantik seperti Sally. Dengan dress merah seperti darah dengan rambut terurai, membuatnya tampak cantik nan anggun. 

Setelah menaiki taksi beberapa menit, dia pun sampai di sebuah bar. Lalu mencari pria yang akan menjadi mangsanya. Tidak berselang lama, indra penglihatannya menangkap seorang laki-laki dengan kaos oblong hitam sedang duduk di sebelah mejanya. 

Pria tersebut hanya duduk sendiri tanpa seseorang di sisinya, Sally melancarkan aksinya untuk menggoda pria tersebut. Dengan berjalan berlenggak lenggok bak seperti model di atas karpet merah, dia pun mendekati pria itu dengan rayuan.

"Minum?" tanya Sally menyodorkan gelas berisi wine pada pria itu. 

Pria tersebut sempat menolak, karena dia baru saja tiba dari Inggris ke kota Batavia. 

"Baiklah, sekali tegukan," ucapnya. Membuat Sally mengulas senyum hingga lesung pipinya tampak terlihat. 

Setelah berbicara banyak hal, Kenyaman di antara mereka mulai tercipta. Pria yang memiliki julukan pintu kulkas kini mencair seperti api di rawa, oleh kelembutan dan keanggunan wanita bernama Sally yang telah mencuri hatinya. 

Beberapa kali dia terbuai ingin menyentuhnya, tetapi tidak segampang yang dipikirkan. 

"Lebih bagus jika kamu menggodaku di ranjang," bisik pria itu kepada Sally. Sejenak indra penglihatannya terfokus pada kartu identitas pria yang digoda. Namun siapa sangka dia justru salah sasaran. 

Pria itu tak lain adalah Glenn Albert Ston anak termuda dari keluarga Ston. Sally terkejut pria itu bukan David, tentu membuat dirinya kecewa. 

Mempersiapkan diri untuk hal-hal memalukan, justru berakhir gagal dengan orang yang salah. 

"Permisi, aku ke toilet dulu," ucap Sally mencoba mencari alasan untuk segera meninggalkan pria tersebut. 

Glenn mengangguk cepat, tanpa menyadari wanita yang memberi kenyaman padanya akan pergi begitu saja.

Setelah Sally berhasil kabur dari tempat itu, dia kembali menjinjing sepatu hak tingginya. Perlahan nafasnya berhembus pelan, menandakan kelegaan dari balik wajah cantiknya. 

Perasaan kacau tentu membuatnya ingin berteriak melepas emosi yang tertahan. Sejak ayahnya membawa seorang wanita simpanan dari rumah yang dimiliki almarhum ibunya. Membuatnya menderita seperti neraka. 

"Aaaaah … dunia memang tidak adil," gumannya menatap jalan sepi yang dia lewati. Teriakan tersebut disambut baik oleh langit, perlahan-lahan rintik hujan mulai terdengar. Membuatnya lekas mencari tempat berteduh. Dress yang dia kenakan terlihat lusuh akibat percikan hujan yang mengenainya. 

Dalam kesendiriannya sembari menatap visual hujan. Hingga desiran angin malam bercampur hujan, membuatnya menangis. Entah kerinduan apa yang membuatnya meneteskan air mata. 

"Hari ini benar-benar sial! Jika aku tahu akan hujan, seharusnya aku membawa payung atau jaket," celetuknya mengelus kulitnya. Dress yang dia kenakan cukup terbuka, sehingga dingin pun terasa menyakitkan. 

Bruk 

Lemparan jaket dari belakang membuatnya tersentak kaget. "Mau meninggalkan ku begitu saja, setelah berhasil menarik perhatianku." Glen memberikan jaket miliknya pada wanita yang membuat dia terpesona.

"Ka-kamu? Ngapain disini?" tanya Sally heran dengan wajah pucat pasi. 

"Tentu saja mencari seseorang yang menawarkan wine, lalu pergi meninggalkan ku," goda Glenn dengan senyum jahil. 

Wanita itu tak menanggapinya, dia terlalu lama terkena angin disertai hujan, membuat tubuhnya menggigil kedinginan. Samar-samar suara familiar menyapa indra pendengarannya yang hampir menutup mata. 

Keesokan harinya, dia terbangun menatap langit-langit kamar dengan dekorasi jaman dulu. 

"Di mana aku?" batinnya, sehingga fragmen-fragmen ingatan kemarin malam mulai terlintas. 

Setelah mengingat kejadian malam sampai dia pingsan, dia pun turun dari ranjang. Lalu mengambil tas miliknya di atas nakas. Tak lama kemudian dia tersadar saat dirinya menunduk melihat plester kecil menghiasi kakinya. 

Akibat berjalan tanpa sepatu hak, membuat kakinya tergores karena batu kerikil tanpa dia sadari. 

Kini penciumannya mulai menangkap bau harum dari balik pintu kamar, hingga membuat cacing-cacing kecil di perutnya memberontak ingin di isi. 

Aroma yang menggugah selera menuntunnya pada pria yang dia temui kemarin malam. 

"Selamat pagi, apa tidurmu nyenyak?" tanya pria itu dengan sapaan hangat. 

"Umm …." gumam Sally menatap heran pria yang mengenakan kain apron. Pasalnya dia tidak pernah melihat laki-laki di kehidupan nyata menggunakan kain apron kalau bukan di serial drama. 

"Duduklah, aku sudah mempersiapkan ini untukmu," ucap Glenn mempersilahkannya duduk. Tanpa ragu dia pun duduk, karena cacing-cacing di perutnya mulai tak sabar. 

Sally memakan semua yang telah di persiapkan untuknya tanpa keraguan apa pun. Glenn hanya menatap tanpa menyentuh makanannya, sehingga membuat Sally tersedak. 

"Uhuk … uhuk." 

Dengan cepat Glenn menuangkan air putih pada gelas bening di depannya. 

"Makanlah pelan-pelan," ucap Glenn terkekeh-kekeh. 

Setelah selesai makan, Sally kembali melihat jam yang tergantung di atas dinding.

Jam menunjukkan pukul 11:45 dan itu artinya, dia sudah melewatkan hari di mana peresmian pertunangan antara adiknya dan mantan tunangannya. 

"Oh sial?!" umpat Sally bergegas meninggalkan rumah tersebut, karena ingin menghentikan pertunangan antara adiknya dengan David. 

 Glenn sedari tadi berada di ruang kerja, kembali menyadari bahwa wanita tersebut meninggalkannya tanpa mengatakan apapun padanya. 

"Jadi begini caramu. Pergi begitu saja tanpa mengatakan apa pun," gumam Glenn menahan kesal. Pada wanita yang berani meninggalkannya dua kali. 

Setelah keluar dari rumah pria yang merawatnya dengan baik, dia kembali menyadari bahwa dirinya pergi tanpa sepatah kata.

"Agh … seharusnya aku mengucapkan terima kasih padanya,"  gumamnya di dalam taksi yang dia tumpangi. 

Taksi tersebut kembali berhenti di sebuah rumah mewah. Sally mengeluarkan selembar kertas berwarna biru lalu memberikannya pada sopir tersebut.

Dia menghela nafas panjang, seolah menyiapkan keberaniannya untuk memasuki rumah mewah itu. Perlahan-lahan dia pun membuka pintu, mendapati dua kepala keluarga sedang berkumpul. 

Terlihat senyum bahagia tanpa dirinya. Tak lama kemudian dua tangan kembali berjabat, seolah-olah kesempatan sudah terjalin. 

Sally melihat Helena menggandeng mesra mantan tunangannya. Membuat dadanya terasa sesak. Hingga seorang wanita tua dengan tatapan tak suka menariknya menjauh. 

"Untuk apa kamu pulang.  Apalagi dengan pakaian seperti pelacur?!" hardiknya sambil menghina Sally.

"Kenapa?! Apa salah aku menginjakkan kaki di sini." Wanita tua itu pun diam membisu.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Pernikahan Rampasan

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Aku Dipaksa Memberi Keturunan
8.1
Demi melunasi utang pengobatan ayahnya, Risa terpaksa menikahi Dhimas. Namun, suaminya itu menyimpan rahasia kelam dengan kepribadian ganda yang drastis di luar pengawasan ibunya. Risa pun terkejut saat mengetahui adanya wanita lain dalam hidup Dhimas. Di tengah tekanan mertua yang menuntutnya segera memberikan keturunan, Risa terjebak dalam pusaran konflik dan misteri. Mampukah ia bertahan dan mencari kebahagiaan di tengah pengkhianatan serta tuntutan keluarga ini?
Sampul Novel Gadisku UniQue
9.5
Uni merintih kesakitan saat Ares mencoba memasukkan sesuatu dengan hati-hati. Meski telah diminta untuk perlahan, rasa sakitnya membuat Uni membentak Ares hingga situasi menjadi panik. Ares akhirnya mengajak Uni ke kamar mandi demi kemudahan. Di luar ruangan, Deris yang tidak sengaja mendengar percakapan ambigu tersebut merasa sangat terkejut dan tidak percaya. Kesalahpahaman pun muncul akibat interaksi intens yang penuh ketegangan ini.
Sampul Novel Kisah Pendakian Horor
8.0
Kumpulan narasi mencekam ini merangkum berbagai pengalaman mistis para pendaki saat menaklukkan puncak gunung. Setiap cerita menyajikan kengerian berbeda yang mampu menguji keberanian Anda di alam liar. Apakah Anda masih berani merencanakan pendakian setelah menyelami rentetan teror yang dialami mereka? Ikuti terus rangkaian kisah horor ini untuk menuntaskan rasa penasaran. Pastikan Anda memberikan dukungan berupa tanda suka dan komentar di setiap ceritanya.
Sampul Novel Kisah Penyesalan Masa Lalu Yang Menusuk
9.7
Sepuluh tahun pernikahan dengan Pradipa hanya menyisakan luka pedih karena ia masih terobsesi pada cinta pertamanya. Puncaknya, Pradipa tega memaksaku mendonorkan darah demi wanita itu. Di ambang maut, sebuah penglihatan masa lalu mengungkap dosa besarku yang telah menghancurkan Adam, pria tulus yang mencintaiku. Kini aku terbangun dengan kesempatan kedua. Aku bertekad melepaskan Pradipa dan menebus kesalahan demi menemukan kedamaian sejati.
Sampul Novel RASA CINTA UNTUK OMKU
9.4
Nicky telah lama menyembunyikan kekaguman mendalam kepada majikan mudanya yang ia sapa dengan sebutan Om. Di tengah peliknya dinamika kehidupan sang pria, mampukah ia menemukan ruang untuk membalas perasaan tulus gadis itu? Meski sosok Nicky pernah muncul dalam karya sebelumnya, kisah romansa modern ini berdiri sendiri sepenuhnya. Ikuti perjalanan emosional mereka dalam menghadapi kerumitan takdir demi mencari kebahagiaan sejati yang dinantikan.
Sampul Novel Sangkawang
8.6
Reyna Mahesa mendadak terbangun sebagai permaisuri di sebuah kerajaan asing yang megah. Meski wajah mereka identik, ia terjebak dalam kehidupan penuh kebencian dan intrik istana. Lebih mengerikan lagi, sang raja yang merupakan suaminya sendiri ternyata pernah menjatuhkan hukuman mati pada permaisuri asli. Kini, Reyna harus memilih antara mencari jalan pulang ke zaman modern atau bertahan demi mengungkap kebenaran di balik pengkhianatan yang mengancam nyawanya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan