Sampul Novel You're My End

You're My End

9.3 / 10.0
Dalam novel You're My End, Dara harus menghadapi kenyataan pahit saat Bryan lebih memilih sahabatnya. Di tengah patah hati, ia berjuang bangkit dari pengkhianatan ini. Ikuti kisah romance novel ini di webnovel untuk melihat apakah kehadiran Zyan menjadi awal baru baginya.
Ringkasan You're My End
Dara mengira Bryan adalah pelabuhan terakhirnya, namun hubungan dua tahun itu hancur saat Bryan lebih memilih Tasya, sahabat yang selalu diprioritaskannya. Di tengah luka mendalam akibat pengkhianatan tersebut, Dara berjuang keras untuk menghapus bayang-bayang sang mantan dari hidupnya. Akankah kehadiran Zyan menjadi titik balik yang membantunya bangkit dari keterpurukan, ataukah rasa kecewa itu terlalu berat untuk disembuhkan oleh cinta yang baru?
Baca Selengkapnya

You're My End Bab 1

Kedua kaki Dara mundur dengan perlahan. Bulir bening yang sedari tadi dia tahan mulai meluruh dari kedua kelopak matanya. Dara merasakan sesak yang seolah menghantam dadanya. Tatapan Dara menyiratkan rasa kecewa yang amat dalam kepada seorang lelaki di hadapannya.

“Maaf, Dara. Aku benar-benar minta maaf ....”

Dara mencoba menarik kedua sudut bibirnya meskipun isak tangis masih mengudara. “Aku tidak menyangka. Ternyata kamu memang sejahat itu, Bryan.”

“Aku tahu, dan aku minta maaf. Ini memang salahku.”

“Kenapa harus aku, Bryan? Kenapa bukan orang lain saja yang kamu bodohi?” Dara tertawa hambar, dia menahan Bryan agar tidak mendekat.

“Jangan menyentuhku. Kamu menjijikkan.”

Bryan mengepalkan jemari tangannya di sisi celana. Dia mengembuskan napas panjang setelahnya. “Aku bisa menjelaskan semuanya, kita bisa bicara baik-baik, Dara. Jangan seperti ini.”

“Maaf ... aku sudah tidak membutuhkanmu lagi. Aku harap kamu bisa bahagia dengan gadis itu. Dan sekali lagi aku minta maaf karena belum bisa menjadi yang terbaik untukmu.”

“Dara?” Bryan menatap Dara dengan sorot sendu. Menyesal, khawatir, semuanya menjadi satu.

Dara tertawa pahit. “Kita tidak ditakdirkan, dan kenyataannya kamu lebih memilih dia. Lalu, apalagi yang harus dijelaskan? Semuanya sudah selesai, Bryan.”

“Tasya sakit, dan dia membutuhkanku. Aku tidak bisa meninggalkan dia, tapi aku juga tidak mau kehilanganmu. Kamu yang aku cintai, Dara. Bukan Tasya,” jelas Bryan, mencoba menggapai tangan Dara, namun segera ditepis kasar oleh gadis itu.

“Basi. Bukankah sudah jelas jika dia lebih kamu prioritaskan? Lucu sekali jika kamu mengatakan bahwa kamu mencintaiku, tapi juga menyayangi gadis lain? Sudahlah, lebih baik aku pergi saja agar kalian bisa bahagia.”

Senyuman Dara memudar. Tergantikan dengan helaan napas panjang. “Kita sampai di sini, Bryan. Kamu bukan takdirku. Dan aku tidak pantas untukmu. Maaf ... aku pergi. Dan tolong, jangan temui aku lagi ....”

Bryan memejamkan matanya sejenak, merasakan kalimat menyakitkan yang keluar dari bibir Dara. Lelaki itu membuka matanya kembali ketika mendengar suara derap langkah menjauh. Bryan melihat Dara yang berlalu pergi meninggalkan dirinya.

Bryan menatap punggung Dara dengan hati yang tercabik-cabik. Dia berteriak sekencang mungkin. “Dara! Berhentilah, Dara! Aku mohon! Aku mohon berhenti, Dara!”

Sayangnya, teriakan itu tidak mampu menggoyahkan hati Dara untuk berbalik. Dara tetap meneruskan langkahnya sampai suara Bryan tidak terdengar lagi. Dara menahan tangis, isakan, serta rasa sakit yang menusuk hatinya karena seorang lelaki yang telah membuatnya kecewa.

Dara baru menghentikan langkahnya ketika sampai di sebuah bangku kecil yang berada di taman. Dara mendudukkan dirinya dan menumpahkan semua yang ditahannya. Dara menangis, sepuasnya, dan tidak memedulikan seberapa dinginnya air hujan yang mulai jatuh mengenai tubuhnya.

“Aku memang bodoh, sangat-sangat bodoh hingga mau mempertahankan lelaki seperti dia. Aku sungguh menyesal dan sia-sia karena telah mengenalnya,” lirih Dara dengan kepala menunduk.

Suara petir menggelegar, angin kencang, serta derasnya air hujan yang mengguyur tidak mampu membuat Dara beranjak sedikit pun. Dara membiarkan bulir bening itu jatuh bersama dengan hujan yang seolah ikut meratapi takdirnya yang menyakitkan, serta nasibnya yang begitu menyedihkan.

Dara memejamkan mata, merasakan dinginnya air hujan yang menusuk kulit putihnya. Namun, Dara terkejut ketika tiba-tiba dia tidak lagi merasakan itu semua. Tubuhnya bahkan terasa hangat seperti diselimuti oleh kain tebal. Serta suara seseorang yang seketika membuat Dara membuka matanya.

“Hai?”

Dara terkesiap, dia mengerjapkan mata beberapa kali. Seorang lelaki berdiri di hadapannya dengan payung yang dipegangnya. Dara refleks mendongak, melihat dia kini telah terlindungi dari hujan karena payung yang lelaki itu bawa.

“Mari berteduh, nanti kamu sakit.”

Lelaki itu berkata lagi, yang membuat Dara tidak sanggup membalasnya. Dara masih bergeming, menatap lelaki bertubuh tinggi dengan alis tebal itu tanpa berkedip. Dara tiba-tiba merasakan sentuhan aneh pada tubuhnya.

“Jangan bengong, ayo berdiri.” Lelaki itu menyentuh lengan Dara dengan pelan.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi You're My End

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Balas dendam sang pewaris yang tak bertopeng
8.1
Saat tiba di bar miliknya, sang pemilik terkejut mengetahui Lucas, kekasihnya yang mengaku bangkrut, memesan ruang mewah. Lewat kamera pengawas, terungkap Lucas hanya menjadikannya bahan taruhan dan memanfaatkannya demi uang. Lucas bahkan menghina dirinya miskin di depan wanita lain. Merasa dikhianati, sang pewaris asli ini akhirnya mengungkap identitas aslinya. Ia mempermalukan Lucas yang berlutut dengan tumpukan uang sebagai pembalasan yang setimpal.
Sampul Novel Gairah Liar Pria Introvert
9.0
Kisah ini menyajikan perpaduan unik antara ketegangan yang mencekam dan bumbu komedi yang mengocok perut. Di tengah jalinan romansa yang memikat, terselip unsur mistis yang menambah kedalaman misteri dalam alurnya. Pembaca akan dibawa menyelami petualangan emosional yang tak terduga, di mana setiap rahasia perlahan terungkap. Sesuai judulnya, narasi ini mengeksplorasi sisi lain pria introvert yang penuh gairah dalam balutan atmosfer modern yang sangat intens.
Sampul Novel Ibu Mertuaku Mengusirku
9.1
Hidup Anjani hancur setelah divonis mandul. Ia dibuang oleh Bagas, suaminya, yang justru memilih menikahi Sinta, adik tiri Anjani sendiri. Di tengah luka pengkhianatan itu, Anjani dipaksa menikahi seorang pria lumpuh demi melunasi tumpukan utang ayahnya. Terjepit di antara nasib malang dan tekanan keluarga, mampukah Anjani bertahan? Akankah ia menerima pernikahan barunya atau memilih melarikan diri demi membalaskan dendam pada Bagas dan Sinta?
Sampul Novel Jangan Pernah Menyentuh Anakku
9.5
Demi masa depan putranya, Aurora Elenna terpaksa menerima pernikahan kontrak dari Kaelan Dirgantara, CEO dingin yang dulu menghancurkan hidupnya. Namun, Kaelan tak menyadari bahwa Ravi adalah darah dagingnya. Kini, Aurora yang cerdas kembali dengan identitas baru demi menghadapi ancaman Selina Pramudya. Di tengah intrik perebutan harta dan rahasia besar, Aurora harus memilih antara membalas dendam atau jujur saat Kaelan mulai mencurigai identitas asli istri kontraknya itu.
Sampul Novel Janji untuk Berpisah
8.1
Vivian datang ke kantor Darren untuk meminta tanda tangan kontrak penting. Sebagai kekasih yang biasa mengabaikan formalitas, ia sempat ragu sebelum akhirnya mengetuk pintu. Namun, pemandangan di dalam menghancurkan hatinya. Ia mendapati Darren sedang bermesraan dengan Khloe yang tengah merapikan dasinya di bawah sinar matahari. Suasana intim itu membuat kata-kata Vivian tercekat saat Darren dan Khloe menoleh, menyadari kehadirannya yang tiba-tiba.
Sampul Novel Masa lalu Marni (Wewe gombel)
9.7
Marni hidup menderita akibat dosa masa lalu dan kebencian ibu tirinya yang memicu fitnah kejam dari tetangga. Meski sempat menikah dengan Ari, ia tetap dikucilkan hingga akhirnya diceraikan karena tak kunjung memiliki anak. Penderitaan Marni memuncak saat ia menjadi gila akibat pelecehan warga sebelum akhirnya tewas dibunuh secara brutal. Kini, arwahnya yang penuh dendam menghantui, menyisakan misteri apakah ia bisa beristirahat dengan tenang.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan