Sampul Novel CINTA LINA

CINTA LINA

9.1 / 10.0
Dalam novel modern CINTA LINA, Lina harus menghadapi dilema perjodohan yang menguji prinsip hidupnya. Ikuti perjuangan dalam romance novel ini saat ia menentukan pilihan antara kewajiban keluarga atau keinginan hati. Baca selengkapnya di platform web novel kami sekarang.
Ringkasan CINTA LINA
Dalam kisah romansa modern yang penuh emosi ini, Lina harus menghadapi kenyataan pahit saat dirinya terjebak dalam sebuah perjodohan yang tidak pernah ia inginkan sebelumnya. Di tengah tekanan tradisi keluarga yang begitu kuat, ia berusaha mencari makna cinta sejati di balik ikatan pernikahan yang dipaksakan. Akankah komitmen yang bermula dari rencana orang tua ini berubah menjadi perasaan tulus, atau justru menjadi beban yang menghancurkan kebahagiaannya?
Baca Selengkapnya

CINTA LINA Bab 1

Lina saat itu masih kurus dengan kulit yang putih dari lahir sampai sekarang . Rambut yang makin panjang selalu dia potong pendek seperti laki-laki . Orang tua nya yang bersusah payah berusaha untuk menabung dan membayarkan keperluan untuk sekolah .

"mah ... Kalau sudah lulus aku mau masuk kuliah ya" kata lina

"kuliah nak? Apa mamah nggak salah denger nak" mamah pun bertanya dengan serius nya

"iya lah mah aku pengin kuliah seperti teman-temanku juga lah" kata lina sembari menggerutu

"iya mamah pikir-pikir dulu ya" jawab mamah

"pikir-pikir bagaimana mah? Nanti malah nggak jadi kuliah, pokonya aku mau kuliah mah" kata lina saat itu

"bukan nya biaya kuliah mahal nak? Apa nggak dipikir dulu kamu" kata mamah

"iya emang mahal mah, tapi mamah masa nggak bisa mah anaknya mau kuliah bilang sama papah mah bisa kan pasti nya lah" kata lina

"iya nanti mamah bilang papah udah kamu makan dulu yang banyak jangan ngomong terus" jawab mamah

Begitu kata mamah yang selalu mengiyakan apa kata anak nya satu-satu nya tadi . Bagaimana tidak anak satu-satu nya kalau nggak diturutin bisa-bisa ngambek nggak jelas dan bisa pergi mungkin dari rumah . Rasa sayang ke anak nya jauh lebih besar begitu ucapan orang tua yang selalu sayang kepada anaknya. Bahkan apapun itu tentang anaknya selalu menomor satukan .

***

Disuatu malam , jam malam yang semakin sunyi orang-orang sudah terlelap hebat . Orang tua lina pun berbicara tentang lina yang mau kuliah saat lulus nanti. Memang benar orang tua sering melamun memikirkan masa depan anak nya di malam hari saat keadaan sudah hening sunyi dan sepi . Hanya suara hewan jangkring yang terdengar .

Krikkk... Krikk... Krikkk.. Suara itu terdengar ditelinga mereka berdua.

"hehe begini ya pah jadi orang tua harus memikirkan masa depan anak, anak kita juga cuma satu harus bener bener dijaga apalagi perempuan kita bareng-bareng ya pah" kata mamah

"ya begitulah harus mensyukuri hidup biar semua jadi berkah " ucap papah

Papah selalu bilang seperti itu . Yang sering aku dengarkan dengan omongan papah itu. Angin malam semakin dingin bulu kuduk pun merinding .tak seperti biasa nya saat itu jendela pun sampai tergoyah dan menempek ke dinding .

Braaaak! Suara jendela itu pun terdengar keras karena menempek di dinding saat itu . Ah rasanya berdebar hati ku kaget! Ah ku kira apa ternyata hanya jendela yang pada saat itu terkena hempasan angin Malam. Memang terasa amat dingin merasuk ke tubuh ke tulang rusuk yang menjadi jadi . Bagaimana dengan papah yang sudah tua lebih tua dari saya . Yap! Ucapnya saat itu .

Malam pun terasa sunyi memikirkan omongan lina yang baru saja.

" pah bagaimana kita bisa tidak kuliah in si lina? " ucap mama dengan penuh haru

" ya sudah kita berdoa saja agar lina bisa kuliah" kata papah

Mama dan papa pun masuk ke kamar dan tertidur malam itu. Saat itu pun angin kencang dan hujan pun akhirnya turun malam itu. Hujan turun yang membuat bulu kuduk merinding karena angin yang kencang dan terasa dingin. Mama seringkali mem bolak-balik kan badannya dan papa pun bertanya akan hal itu. Saat papah tertidur dan selimut pun ada di badan papa yang saat itu kedinginan suka sama seperti mama.

" ya ampun mah kenapa tidurnya bolak-balik terus kayak nggak tenang gitu kenapa sih ma emangnya" kata papah

" mama masih kepikiran pah" jawab mamah

" udah ma tenang aja jangan dipikirin terus, ada saatnya mama harus tenang tidur pasti juga pemikiran nama juga bisa mikir lagi ke depannya bagaimana itu si lina" kata papah

" semoga saja kita bisa apa nguliahin si lina karena mama juga kasihan teman-teman nya juga sepertinya akan kuliah nantinya" kata mamah

"iya semoga saja lah jangan dipikir pusing kan masih lama juga dia juga belum tentu nanti nya mau kuliah si" kata papah

"ya nggak tahu juga pah barangkali pemikiran nya masih tetap sama ingin kuliah tetangga sebelah juga katanya mau nguliahin anaknya" kata mamah

"iya bu papah paham tapi emang dia punya uang banyak iya boleh saja kita iri sama mereka yang bisa nguliahin anaknya tapi ya kita pikirkan saja kalau memang ada uangnya ya bisa kuliah" kata papah

"iya tentu saja begitu yasudah pak mamah cuma mau bilang begitu saja karena mamah selalu kepikiran terus" kata mamah

"mah, papah sudah bilang terus terusan kalau masalah yang ini jangan dipikirin terus nanti malah mamah banyak pikiran dan sakit udah tenang saja mah" kata papah

"iya pah, mamah berusaha tenang" jawab mamah

Kemudian mamah dan papah pun setelah berusaha bertukar cerita akhirnya tidur dengan selimut yang di tarik lagi karena dingin yang dirasakan. Kemudian lina yang masih ada dikamar pun terbangun . Baru saja mamah papah nya tidur lina malah bangun dengan perut yang keroncongan itu sampai akhirnya bangun dan berjalan ke arah dapur pada saat itu.

"yaampun ini jam berapa ya kenapa aku bangun perut kerasa lapar banget" sembari mengucek matanya dengan melihat jam yang ada di kamarnya.

Lina pun ke dapur untuk mencari makan apakah ada , ternyata tidak ada cuma nasi dan ada mie . Padahal pengin makan nasi goreng tapi lina sudah cepat lapar akhirnya makan mie . Lina pun membuat mie yang gampang dan praktis . Dicampurlah dengan nasi yang hangat kalaupun cuma mie menurut lina masih lapar .

"hmm nggak apa-apa deh untungnya ada mie aku makan mie ajalah " kata lina.

Lina makan dengan sendirinya karena bangun sendiri . Orang tua nya baru saja tidur. Makan sembari menonton tv agar tidak merasa sendiri seperti keheningan malam . Teman tv yang sering kali menemani lina karena lina anak satu-satu nya jadi tak ada teman berbincang-bincang . Merasa kesepian tentu saja lina merasakan akan hal itu . Setelah makan selesai duduk sebentar lina pun merasa kekenyangan . Sembari mengambil hp dan memainkan nya. Beberapa menit kemudian jam tepat pukul dua malam lalu lina pun ingin tidur karena merasa ngantuk dan besok pagi segera berangkat sekolah. Bergegas pergi ke kamarnya .

"huaaa rasanya ngantuk sekali ya tak biasanya aku bangun sampai larut jam dua malam rasanya ingin sekali tertidur pulas untuk kali ini tertidur dengan sendirinya untuk merasakan ketenangan"

Pagi hari pun datang dengan embun yang terasa sangat menyegarkan bagiku . Saat itu aku bangun lebih awal dari pada biasa nya . Karena udara sangatlah sejuk membuat ingin sekali berpindah tempat dari kamar tidur ke arah depan rumah . Ya walaupun masih terasa sepi saat itu .

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi CINTA LINA

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Aku Tidak Memberi Ampun: Mantan yang Berlutut
9.6
Grace Bennett menyaksikan pengkhianatan suaminya, Adrian Carter, yang berselingkuh di mobilnya sendiri. Bukannya menyesal, Adrian justru menghina pernikahan kontrak mereka. Grace pun membalas dengan tegas: membekukan bisnis miliaran dolarnya dan menceraikannya di depan publik. Meski Adrian berlutut memohon kesempatan kedua, Grace tetap pergi membawa putranya, Ethan. Ia melangkah maju dengan pria lain tanpa menoleh pada masa lalu yang telah tercemar.
Sampul Novel Benihku Bukan Cintamu
9.4
Aluna Callysta, pengusaha sukses yang tampak sempurna, menyimpan luka batin akibat pengkhianatan Elian Dharma. Mantan kekasihnya itu justru menikahi kakak tirinya sendiri, menghancurkan kepercayaan Aluna pada cinta. Kini ia hanya menginginkan seorang anak tanpa keterikatan emosional dengan pria. Mengandalkan kekayaan melimpah, Aluna menggelar sayembara mencari donor bibit unggul demi melahirkan pewaris. Ia pun berhasil menjadi ibu dari tiga anak tanpa harus jatuh cinta lagi.
Sampul Novel Hati yang Sedang Berperang
8.9
Di Midyat, Bahar Asian hidup terhimpit kebencian kakeknya, Nasuh, sebagai anak haram keluarga penguasa. Takdir mempertemukannya dengan Emir Demir, pemuda yang kembali demi membalas kematian orang tuanya pada keluarga Asian. Meski terjebak dendam, benih cinta justru tumbuh di tengah manipulasi dan perjodohan. Kini, mereka harus memilih antara setia pada darah atau mengikuti hati. Akankah rahasia masa lalu menghancurkan segalanya atau justru memutus rantai dendam?
Sampul Novel Merindu Suamimu
9.1
Dahulu Fino dan Melisa adalah sepasang kekasih yang saling mencintai sebelum akhirnya terpisah. Kini, semesta kembali mempertemukan mereka dalam situasi pelik yang menguras emosi. Meski percikan asmara lama mulai berkobar, keberadaan Nadia sebagai istri sah Fino menjadi penghalang besar bagi hubungan mereka. Akankah Melisa terjebak dalam luka lama yang sama, ataukah Fino cukup berani mengambil risiko demi menebus kesalahan masa lalunya itu?
Sampul Novel Mundur Setelah Dipoligami
9.5
Hampir satu dekade membina rumah tangga, Khanza Almira harus menghadapi kenyataan pahit saat Bram Radita menduakan cintanya. Sang suami diam-diam menikahi perempuan yang jauh lebih muda tanpa izinnya. Merasa hancur melihat kemesraan mereka, Khanza memutuskan untuk mundur dan meminta cerai demi harga dirinya. Kini, setelah perpisahan terjadi, akankah takdir membawa mereka kembali bersama atau justru menjadi akhir selamanya bagi kisah mereka?
Sampul Novel Satu-PD182
8.2
Sembilan kali sudah aku menemukan baju wanita asing di loker suamiku, namun ia selalu punya alasan. Kini, sepasang pakaian bayi menjadi bukti baru yang ia sebut milik anak magang malang. Sambil merapikan dasinya, aku mengajaknya menemui pemilik baju itu. Wajahnya pucat saat aku membawanya ke rumah tetangga baru kami yang mengaku lajang. Di sana, wanita itu menggendong bayi dengan gaun yang sangat kukenali. Kebohongannya runtuh tepat di depan pintu rumah kami sendiri.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan