Sampul Novel Tuan Arogan dan Pelayan Hati

Tuan Arogan dan Pelayan Hati

9.1 / 10.0
Dalam Tuan Arogan dan Pelayan Hati, Nara menyamar jadi pelayan demi menebus dosa masa lalu pada Jaden, CEO lumpuh yang menutup hati. Kisah romance modern ini menguji billionaire arogan saat rahasia kelam terungkap. Baca online novel ini sebelum cinta berubah menjadi dendam membara.
Ringkasan Tuan Arogan dan Pelayan Hati
Terbebani rasa bersalah yang mendalam, Nara memilih menyamar sebagai pelayan demi menebus dosa masa lalunya. Ia bekerja untuk Jaden Luther, CEO arogan yang kini lumpuh dan menutup diri dari dunia setelah kehilangan segalanya. Meski awalnya dingin, kehadiran Nara perlahan meruntuhkan dinding pertahanan Jaden. Namun, saat benih cinta mulai tumbuh, rahasia kelam masa lalu terungkap dan mengancam hubungan mereka. Akankah kasih sayang tulus Nara berubah menjadi dendam yang menghancurkan?
Baca Selengkapnya

Tuan Arogan dan Pelayan Hati Bab 1

"Tidakkk!"

"Nara, kamu mimpi buruk lagi?" tanya wanita paruh baya yang ada di samping Nara.

Wajah pucat dan peluh yang membasahi dahi wanita bernama Nara itu tampak sangat jelas, bahkan napas naik turun juga terlihat pada dadanya.

"Iya, Bu. Aku bermimpi lagi tentang pria itu," ucapnya dengan bibir bergetar.

Seketika wanita yang dipanggil ibu oleh Nara memberikan segelas air minum dan dengan cepat Nara menghabiskannya.

"Kamu sebaiknya tenang dulu. Coba tarik napas dalam dan embuskan perlahan."

Nara pun mengikuti apa yang ibunya sarankan, dan tentu saja hal itu berhasil membuat Nara sedikit tenang.

"Bu, aku minta tolong agar Ibu menjaga Nio di sini selama aku menjalankan rencanaku nanti. Apa Ibu bisa membantuku?"

Tangan yang tampak keriputan itu mengusap lembut pucuk kepala putrinya. "Kamu tenang saja, ibu akan menjaga Nio dengan baik di sini, kamu lakukan saja rencanamu itu, Nara."

"Terima kasih, Bu karena selama ini selalu mendukung apa yang aku lakukan, dan maaf jika selama ini aku selalu menyusahkan Ibu."

"Nara, aku ini ibumu dan ibu sangat tau bagaimana sifat kamu. Kamu wanita yang baik dan sangat bertanggung jawab dengan hidupmu. Lakukan apa yang menurut hatimu benar."

"Terima kasih, Bu." Nara dengan luapan perasaan haru memeluk ibunya dengan erat.

"Ya sudah, sekarang kamu tidurlah dulu dan coba tenangkan hatimu agar mimpi buruk itu tidak datang lagi." Nara mengangguk dan kembali memejamkan kedua matanya.

Pagi itu tampak terlihat bocah laki-laki duduk di atas tempat tidur rumah sakit sedang memainkan puzzle yang ada di depannya.

"Hai, Sayang, bagaimana perasaanmu saat ini?"

"Ibu, aku senang sekali hari ini," ucapnya dengan wajah bahagia.

"Senang kenapa?"

"Senang karena hari ini tante dokter akan mengajak aku jalan-jalan lagi di taman dan katanya ada teman baru nantinya di sini."

"Oh ya? Wah! Kamu akan memiliki banyak teman nantinya." Cubitan kecil tepat pada hidung bocah laki-laki itu.

"Iya, Bu. Aku sebenarnya ingin sekolah dan punya banyak teman nantinya, tapi kata Ibu tunggu aku sembuh dulu dari sakitku, baru nanti aku bisa sekolah. Aku kapan sembuhnya sih, Bu?"

Wanita itu terdiam mendengar pertanyaan putranya karena dia sendiri tidak tau jawaban apa yang harus dia berikan.

"Nio, kamu pasti akan segera sembuh, tapi Nio harus bersabar dulu karena Ibu Nara kamu masih berusaha agar Nio bisa segera sembuh dan nanti bersekolah," sela suara dari arah belakang Nara.

"Iya, Nio. Ibu masih berusaha agar Nio segera sembuh, Nio mau, kan membantu ibu melakukan semua ini?" Bocah kecil itu pun dengan cepat mengangguk. "Pintar sekali anak tampan ibu ini." Nara dengan senang memeluk putranya itu.

"Nio sangat sayang sama Ibu dan Nio akan menuruti semua yang Ibu perintahkan."

Nara melepaskan pelukannya dan dia mengecup lembut pipi putranya. "Ibu juga sangat sayang sama Nio. Nio, ibu mau bicara sesuatu sama Nio. Nio mau mendengarkan Ibu, kan?"

"Tentu saja, Ibu!" serunya cepat.

"Beberapa hari ini Nio akan bersama dengan nenek di sini karena ibu harus pergi dalam beberapa hari untuk bekerja. Nio tidak akan marah, kan kalau ibu pergi meninggalkan Nio untuk bekerja?"

"Tidak, Bu. Nio tidak akan marah sama Ibu karena Nio tau Ibu bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup kita dan agar Nio nanti bisa sekolah. Itu yang nenek ucapkan sama Nio."

Nara melihat ke arah ibunya dan wanita paruh baya itu menaikkan bahunya ke atas. "Setidaknya penjelasan itu lebih mudah dicerna oleh Nio," ucap Ibunya Nara.

"Terima kasih ya, Sayang. Ibu janji, jika nanti ibu ada waktu senggang, ibu akan datang ke sini untuk menemui Nio. Nio harus jadi anak baik selama ibu bekerja."

"Okay, Ibu!" serunya sembari menautkan jarinya berbentuk huruf O.

Nara yang sekarang duduk di dalam pesawat tampak terdiam mengingat semua yang sudah dia lakukan sehingga mimpi buruk itu selalu menghantui hidupnya.

"Aku akan menebus semua kesalahanku pada Jaden Luther, semoga pria itu akan bisa memaafkan semua kesalahanku." Nara melihat foto seseorang yang dia pegang dari tadi.

*

Seorang wanita dengan rambut dikepang dua dan kacamata putihnya tampak berdiri di depan pintu sebuah rumah yang memiliki dekorasi Eropa klasik. Dia sedang menunggu pintu di depannya terbuka.

Tidak lama pintu di buka oleh seorang pria paruh baya dengan baju seragam pelayannya.

"Maaf, saya Naraya Agatha atau bisa di panggil Nara."

"Oh, Nona Nara, silakan Anda masuk karena Nyonya besar Miranti sudah menunggu Anda di dalam." Pelayan laki-laki itu dengan sopan memerintahkan Nara untuk masuk.

Nara berjalan masuk melewati lorong dengan hiasan banyak lukisan di sebelah kanan kirinya.

"Kalian pergi dari kamarku! Atau aku akan mencekik kalian sampai mati! Pergi!"

Nara terkejut saat tiba-tiba mendengar suara seorang pria berteriak marah di sana. Langkah Nara terhenti dan melihat pada pintu kamar berwarna hitam, di mana baru saja seorang pelayan wanita keluar dengan wajah ketakutan dari dalam kamar itu.

"Orang yang berteriak itu adalah cucuku, Nara. Dia Jaden Luther dan dia adalah orang yang harus kamu rawat nantinya." Tiba-tiba di sana berdiri seorang wanita tua dengan penampilan rapinya.

"Maaf, dia kenapa marah-marah seperti itu, Nyonya Besar Miranti?"

"Panggil saja aku nenek Miranti, dan ikutlah denganku, aku akan menjelaskan semuanya sama kamu."

Nara berjalan mengikuti ke mana langkah wanita tua itu berjalan. Mereka sekarang berada di dalam ruang kerja dan nenek Miranti memberikan sebuah sobekan dari majalah tahun lalu.

Nara membacanya dan dia tampak menunjukan wajah datarnya. "Ini apa, Nyo--. Maksudku Nenek?"

"Setahun yang lalu Jaden mengalami sebuah kecelakaan tunggal yang mengakibatkan kakinya lumpuh dan kata dokter kesempatan untuk sembuhnya sangat kecil. Sejak saat itu dia berubah menjadi orang yang tempramen dan sangat dingin."

Nara tampak menarik napasnya dalam dan mencoba mengembuskannya perlahan. Nara sedang mencoba menenangkan dirinya. "Apa Nenek sudah berusaha membawa Tuan Muda Jaden ke rumah sakit yang lainnya untuk mencari opini kedua?"

"Semua sudah aku lakukan untuk mengembalikan kesembuhan cucuku, tapi semuanya sia-sia. Jaden pun seolah sudah tidak memiliki keinginan untuk sembuh. Dia sangat membenci dirinya sendiri, apa lagi calon tunangannya juga meninggalkannya setelah tau cucuku mengalami kelumpuhan. Jaden benar-benar berubah menjadi orang yang tidak aku kenali." Perlahan butiran air mata keluar dari kelopak mata nenek Miranti.

Ada sesuatu yang seketika membuat hati Nara sangat sakit saat melihat nenek Miranti menitihkan air mata. Rasa bersalah di hati Nara juga semakin besar setelah mendengar Jaden sampai ditinggal oleh tunangannya karena kecelakaan itu.

"Nek, apa aku bisa bertemu dengan Tuan Muda Jaden Luther?"

Nenek Miranti melihat Nara dengan wajah serius.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Tuan Arogan dan Pelayan Hati

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Benci Bila Harus Mencinta
8.0
Viona hancur saat mengetahui Aldi, tunangannya, berselingkuh dan berencana menikah dengan sahabatnya sendiri. Di tengah pengkhianatan pedih itu, sebuah kecelakaan tragis menimpanya hingga ia tak sadarkan diri. Beruntung, pria asing yang menabraknya bertanggung jawab dan tulus membantunya pulih. Kini, Viona terjebak dalam misi balas dendam terhadap masa lalunya. Akankah ia akhirnya membuka hati bagi pria penolongnya setelah semua luka terbalaskan?
Sampul Novel Kau Bersandiwara Seolah Tak Bersalah
8.0
Pernikahan Nadira hancur seketika saat terungkap bahwa Fadlan, calon suaminya, masih berstatus suami orang. Demi menutupi aib keluarga besar, Nadira terpaksa menyetujui usulan ibunya untuk menikahi Rafli, tetangga duda yang dingin dan jauh lebih tua. Meski awalnya menolak karena asing, Nadira mulai melihat sisi lembut dan tanggung jawab di balik ketegasan Rafli. Kini ia harus beradaptasi dalam pernikahan mendadak ini dan menemukan makna cinta sejati.
Sampul Novel Kekasih Bayaran
8.1
Demi melunasi utang ibunya, Tiara bersedia menjadi kekasih Adrian Wiratama. Namun, ia justru dicampakkan saat Adrian memilih menikahi tunangannya. Hancur karena hanya dianggap wanita simpanan, Tiara pergi dalam kondisi hamil dan menikahi pria lain demi ketenangan. Sayangnya, hidupnya tetap menderita karena sang suami membenci anaknya. Saat Adrian muncul kembali, ia justru merebut paksa putra Tiara hingga membuat wanita itu nyaris gila dalam kepedihan.
Sampul Novel Luna Tak Terikat
8.0
Lima tahun memimpin suku, Kaitlin masih menjaga kesuciannya. Saat kakaknya, Rosalyn, kembali tanpa anak, Phillip Elliott tiba-tiba meminta pewaris. Namun, Kaitlin hancur saat mendengar rencana rahasia Phillip: dia hanya dianggap sebagai rahim pengganti demi posisi Rosalyn. Merasa dikhianati, Kaitlin memutuskan hubungan dan kembali ke orang tua angkatnya. Anehnya, Phillip yang dingin justru berbalik memohon padanya untuk kembali dengan penuh keputusasaan.
Sampul Novel Mimpi Yang Retak
7.9
Kehidupan harmonis keluarga Johnson hanyalah topeng belaka. Di balik kemegahan rumah mereka, Alice menyembunyikan duka di balik senyum rapuh, sementara Daniel terobsesi menjaga citra kesuksesan. Saat rahasia kelam mulai terkuak dan kepercayaan hancur, mereka harus memilih antara memperbaiki mimpi yang retak atau tenggelam dalam kebohongan. Sebuah drama emosional penuh pengkhianatan yang menguji apakah kebahagiaan sejati masih bisa ditemukan di tengah kehancuran.
Sampul Novel Singa Suamiku Memakan Anakku
7.8
Suami Bethany adalah pelatih hewan ternama yang gagal melindungi putra mereka, Jeffry, dari serangan singa di kebun binatangnya. Alih-alih berduka, ia justru membela manajer barunya, Cathleen, meski tahu kandang yang rusak tidak dilaporkan. Setelah menemukan bukti pengkhianatan ini melalui rekaman pengawas, Bethany yang hancur memutuskan untuk membalas dendam. Ia menyingkirkan singa kesayangan suaminya dan menghubungi jaringan bawah tanah untuk menghukum semua pihak yang terlibat.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan